Hotel dan Villa buat Petani Garam Tersingkir

Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

mlapura, balipuspanew.com – Keberadaan hotel dan villa di Desa Purwekerti, Kecamatan Abang, Kabupayen Karangasem membuat keberadaan petani garam di desa setempat tersingkir.

“Semestinya pariwisata bias sejakan beriringan dengan pengaraman. Karena pada awalnya wisatawan datng kesana juga tertarik untuk melihat penggaraman tradisional di Amed dan Purwekerti. Namun faktanya keberadan vila dan hotel terus mendesak lahan petani garam,” kata Ketut Simpen, pendamping Petani Garam.

Diakuinya sekarang ini ada lima kelompok petani garam di Desa Purwekerti. Menurunya dari awal memang lima kelompok sekarang masih lima kelompok, hanya saja anggota kelompok yang terus menurun ada yang hanya 3 sampai lima KK per kelompok. Sementara total petani garam yang masih aktif sekarang ini ada 20 orang.

Sebelumnya sempat ada 41 orang. Sementara lahan penggaraman di Karangasem sendiri terus berkurang. Tahun 2014 ada 10 hektar lahan petani garam, sekarang ini tinggal 8 hektar lagi. Sementara di Purwekerti sekarang ini tinggal 0,625 are sementara awalnya 0,965 are. Diakui Simpen kalau di depan hotel memang masih ada aktifitas pengaraman.]

Bahkan ada beberapa hotel yang menggunakan ikon garam Amed di hotelnya. Sehingga mereka pun masih melakukan demo cara membuat garam tradisional. Sementara Simpen mengakui kedatangan Dubes Denmark adalah untuk melihat kearifan local termasuk penggaraman di Purwekerti.

Tinggalkan Komentar...