Hujan dan Kabut, Penyeberangan Kembali Ditutup Sementara

Situasi di Pelabuhan Gilimanuk saat terjadi hujan dan kabut, Kamis (13/1/2022)
Situasi di Pelabuhan Gilimanuk saat terjadi hujan dan kabut, Kamis (13/1/2022)

JEMBRANA, balipuspanewa.com – Belakangan ini penyebrangan lintas Gilimanuk – Ketapang sering ditutup sementara. Penyebabnya karena cuaca buruk yang menimbulkan kabut sehingga jarak pandang menjadi terbatas.

Cuaca buruk berupa hujan deras disertai angin kencang kembali terjadi, Kamis (13/1/2021) sore. Akibat hujan deras disertai angin itu menimbulkan kabut tebal diselat Bali dan membuat nahkoda maupun juru mudi lesulitan mengarahkan kapal dan memantau kapal lain disekitarnya karena jarak pandang sangat terbatas.

Karena sangat beresiko bagi keselamatan pelayaran kapal, pada pukul 17.58 WITA Badan Pelaksana Transportasi Darat (BPTD) yang bertanggungjawab terhadap keselamatan penyebrangan menutup sementara penyebrangan lintas Gilimanuk-Ketapang.

“Untuk pelayanan di tutup sementara dikarenakan curah hujan yang cukup tinggi dan kecepatan angin yang lumayan kencang sehingga terjadi kabut,” ujar Kasatpel BPTD Gilimanuk, Nyoman Sastrawan.

Penutupan penyebrangan sementara sampai cuaca aman itu dilakukan karena cuaca buruk itu membahayakan pelayaran.

Saat penyebrangan ditutup semua penguna jasa harus menunggu di pelabuhan. Namun tidak sampai menimbulkan antrean panjang kendaraan.

Setelah satu jam, hujan dan angin mulai mereda. Kabut dijalur pelayaran juga menipis sehingga jarak pandang bebas. BPTD lalu membuka penyebrangan pukul 18.09 WITA.

“Cuaca sudah membaik dan cukup aman bagi pelayaran sehingga pelayanan penyebrangan dibuka kembali,” jelasnya.

Penulis: AnomĀ 

Editor: Budiarta