Hujan Deras, Merajan Longsor, Belasan Rumah Kebanjiran

Salah satu merajan milik warga di Kelurahan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana longsor.
Salah satu merajan milik warga di Kelurahan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana longsor.

JEMBRANA, balipuspanews.com- Hujan deras yang turun pada Kamis (24/3/2022) malam hingga Jumat(25/3/2022) pagi menimbulkan bencana di Kelurahan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana.

Bangunan merajan (Tempat sembahyang keluarga) ambruk karena pondasinya longsor dan belasan rumah warga tergenang air.

Hujan deras mulai turun sekitar pukul 21.00 Wita disertai angin kencang. Hingga tengah malam hujan deras masih berlangsung.

Sekitar pukul 02.30 Wita keluarga, I Wayan Darmika,29, dan keluarga Ni Kadek Ida Arini,33, yang tinggal di gang 3 lingkungan Jineng Agung dikagetkan oleh suara gemuruh.

Setelah keluar rumah mereka kaget melihat bangunan pelinggih di merajan mereka ambruk karena tanahnya longsor.

“Saya terbangun saat mendengar suara gemuruh itu. Saat saya lihat ternyata pelinggih saya ambruk karena tanah dibawahnya longaor akibat tergerus air hujan,”ujarnya.

Baca :  Kali Kedua, AXA Mandiri Beri Asuransi kepada Peserta Internasional Oceanman

Pelinggih milik Darmika yang ambruk yakni pelinggih rong tiga dan pelinggih surya dengan kerugian sekitar Rp 50 juta.

Sedangkan pelinggih milik Ni Kadek Ida Arini yang ambruk yakni rong tiga dan rong tiga dengan kerugian sekitar Rp 50 juta.

“Dari pengecekan ke lokasi pelinggih itu ambruk karena tebing dibawahnya longsor,”ujar Kapolsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk Kompol I Gusti Putu Dharmanatha, didampingi Lurah Gilimanuk Ida Bagus Toni Wirahadi Kusuma.

Selain mengakibatkan dua merajan longsor hujan dengan intensitas tinggi itu juga membuat rumah warga di gang 1 lingkungan Samiana kebanjiran.

Banjir itu selain karena curah hujan yang tinggi juga karena lokasi pemukiman tersebut lebih rendah dari jalan.

Baca :  Cara Tepat Petugas Lapangan Tangani PMK

Saluran drainase menuju laut juga buntu dan halaman rumah warga rata-rata dibeton atau dipaving dan tidak dibuat sumur resapan.

“Setiap hujan yang deras dan lama disana sering banjir. Drainasenya buntu dan lebih rendah dari saluran pembuangan kelaut.

Sebelum jadi pemukiman disana sudah menjadi pusat dan penampungan air hujan dari dataran yang lebih tinggi,”jelas Lurah IB Tony Wirahadikusuma.

Penulis: Anom
Editor: Oka Suryawan

Redaksi | Pasang Iklan | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik | Privacy Policy | Copyright | About Us
Member of
balipuspanews android aplikasi
sewa mobil termurah dibali
sewa motor matic murah dibali