SEMARAPURA, balipuspanews.com – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang terjadi mengguyur Bumi Serombotan dalam beberapa hari belakangan ini mengakibatkan sejumlah pohon tumbang.
Sesuai arahan BMKG disebutkan puncak musim hujan diperkirakan akan berlangsung selama Desember-Januari 2024.
Dalam beberapa hari ini, pohon tumbang terjadi di sejumlah tempat. Seperti Minggu (8/12/2024), pohon tumbang terjadi di Desa Akah, Kecamatan Klungkung mengakibatkan akses menuju kuburan-Polsek Klungkung terganggu.
Masih di wilayah Desa Akah, dua pohon santen tumbang menimpa gudang bahan bangunan milik I Putu Gede Mudawan. Untungnya saat kejadian, pemilik bangunan berada jauh dari lokasi kejadian. Akibat kejadian tersebut, pemilik bangunan mengalami kerugian mencapai Rp 50 juta.
Bencana pohon tumbang berlanjut Senin (9/12/2024). Sebuh pohon besar dan rindang tumbang menimpa rumah salah seorang warga Banjar Tulang Nyuh, Desa Tegak, Kecamatan Klungkung.
Bencana serupa bergeser ke lokasi simpang empat Tingadi, wilayah Desa Gunaksa. Sebuah pohon trembesi tumbang melintang di jalan raya.
Kepala BPBD Klungkung, Putu Widiada menyatakan pohon tumbang semua sudah tertangani. Menurut Widiada, pihaknya senantiasa standby, guna menindak lanjuti laporan maupun informasi warga terkait kejadian bencana akibat dampak hujan deras.
Widiada mengimbau warga senantiasa waspada dan berhati-hati, mengingat hujan disertai angin kencang berpotensi memunculkan bencana pohon tumbang, longsor, dan banjir.
“Kami juga mengimbau warga agar segera berkoordinasi dengan BPBD jika menemukan ada potensi bencana. Sehingga upaya mitigasi bisa secepatnya di lakukan,” ujarnya.
Hal serupa juga disampaikan Kasi Humas Polres Klungkung, Iptu Agus Widiono. Seizin Kapolres AKBP Alfons WP.Letsoin, Agus Widiono menyampaikan, dari laporan Bhabinkamtibmas terjadi bencana pohon tumbang di beberapa desa.
“Laporan yang kami terima sejak kemarin ada beberapa pohon tumbang dan sudah ditangani petugas BPBD. Peran masyarakat menginformasikan potensi bencana dan peran aktif melakukan mitigasi adalah salah satu upaya menghindari kerugian yang lebih besar akibat bencana,” kata Agus Widiono.
Penulis: Kana
Editor: Oka Suryawan



