Hujan deras disertai petir yang mengguyur sejak 5 jam lamanya, pada Minggu (32/5/2020) sekitar pukul 22.00 Wita, merendam sejumlah titik di kawasan Kuta
Hujan deras disertai petir yang mengguyur sejak 5 jam lamanya, pada Minggu (32/5/2020) sekitar pukul 22.00 Wita, merendam sejumlah titik di kawasan Kuta

KUTA, balipuspanews.com – Hujan deras disertai petir yang mengguyur sejak 5 jam lamanya, pada Minggu (32/5/2020) sekitar pukul 22.00 Wita, merendam sejumlah titik di kawasan Kuta.

Akibat genangan air sebatas lutut orang dewasa itu, arus lalulintas pun sedikit macet. Polisi lalulintas terpaksa mengalihkan arus selama beberapa jam sebelum air surut kembali.

Menurut Kasat Lantas Polresta Denpasar AKP Adi Sulistyo Utomo, beberapa ruas jalan yang terendam banjir itu yakni di Seminyak, Jalan Kunti II menuju Jalan Atena, Jalan Yudistira menuju Jalan Sunset Road Seminyak. Kemudian Legian, yakni di Jalan Dewi Sri dan sejumlah jalan di sekitaranya.

Selain itu, banjir juga merendam beberapa titik di Kelurahan Kuta, yakni Jalan Gelora Lapangan Samudra dan Jalan Griya Anyar Kuta.

Pihaknya melakukan pengalihan arus guna menghindari terjadi kecelakaan lalu lintas.

“Pada sejumlah titik tersebut sempat kami lakukan pengatiran lalu lintas. Kendaraan di Jalan Kunti dialihkan sementara sekitar sejam. Tetapi tidak berlangsung lama. Sekitar pukul 09.00 Wita arus lalin kembali normal,” ujar AKP Adi, pada Senin (1/6/2020).

Menurutnya, tingginya curah hujan yang berlangsung cukup lama di wilayah tersebut membuat air dari drainase dan sungai meluap ke badan jalan. Bahkan, badan jalan yang lebih rendah atau cekung membuat air menggenang cukup lama.

“Hingga Senin pagi kemarin genangan air pada sejumlah titik itu mencapai 30 centimeter,” terangnya.

Guna mencegah terulangnya kemacetan, pihaknya bersinergi dengan Polsek Kuta akan memaksimalkan peran Unit Lantas & Sabhara untuk melakukan langkah antisipasi berupa pengalihan arus.

Dikatakannya, kondisi cuaca yang tak menentu ini membuat pihak kepolisian dan juga intansi terkait lainnya untuk melakukan langkah-langkah agar tidak terjadi korban jiwa atau kerugian materi.

“Pengalihan arus ini untuk mencegah adanya korban pengguna jalan yang terjebak akibat genangan air. Di samping itu juga peran dari Bhabinkamtibmas diharapkan ke depan untuk melakukan kordinasi dengan pihak kelurahan dan juga kecamatan untuk bersama-sama mengambil langkah atau solusi antisipasi,” bebernya.

Penulis/editor : Kontributor Denpasar/Artayasa