Hujan Es Menerjang Buleleng

Fenomena Hujan es yang melanda Desa Tista, Kecamatan Busungbiu, Buleleng
Fenomena Hujan es yang melanda Desa Tista, Kecamatan Busungbiu, Buleleng

BULELENG, balipuspanews.com – Hujan lebat disertai angin kencang terjadi di Desa Tista, Kecamatan Busungbiu, Buleleng, namun ada fenomena aneh yang menyertai saat peristiwa itu terjadi pula butiran es yang jatuh bersamaan dengan turunnya hujan, Minggu (22/11/2020).

Sementara itu sebelumnya juga sempat terjadi fenomena yang sama persis, akan tetapi terjadinya di wilayah berbeda yakni di Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Badung.

Salah seorang warga bernama Luh Nopi Apriliani,34, mengungkapkan fenomena hujan es tersebut terjadi sekitar kurang lebih 30 menit, namun sebelum terjadi fenomena itu sempat turun hujan lebat yabg disertai angin kencang terlebih dahulu kemudian berselang beberapa menit diiringi pula dengan turunnya butiran es yang mengguyur cukup lama.

“Awalnya sih hujan seperti biasa disertai angin kencang namun selanjutnya malah disusul butiran es turun kurang lebih sekitar 30 menit,” jelasnya.

Ukuran es yang jatuh dikatakannya hampir kira-kira seukuran biji jagung, akan tetapi jatuhnya terdengar cukup keras diatap rumahnya hingga banyak warga yang ikut mengabadikan dan menjadi viral di media sosial.

“Fenomena hujan es ini sempat direkam oleh warga dan menjadi viral di media sosial,” imbuhnya.

Sementara itu Kepala Desa Tista, I Gede Marjaya saat dihubungi via sambungan telepon mengakui bahwa memang benar adanya fenomena langka tersebut.

Bahkan peristiwa hujan es itu dikatakan merata terjadi di desanya, untungnya tidak ada kerugian dalam peristiwa tersebut serta belum ada warganya yang melakukan pengaduan terkait imbas dari fenomena tersebut.

Ia pun menegaskan fenomena hujan es itu hampir berlangsung selama sekitar satu jam mulai pukul 12.30 Wita dan berhenti pada pukul 13.30 Wita.

“Benar tadi siang sempat terjadi hujan es yang disertai angin kencang. Namun sebelun hujan es terjadi, sekitar pukul 12.00 Wita cuaca sempat panas dan terik,” sebutnya.

Tak hanya itu pihaknya juga menyebutkan bahwa fenomena seperti ini sudah beberapa kali terjadi sehingga bukan hal yang mengejutkan, namun diakuinya untuk tahun ini memang hal itu merupakan kejadian yang pertama terjadi.

“Sudah beberapa kali terjadi hujan es. Biasanya, kalau sudah memasuki musim penghujan. Namun untuk tahun ini, ini yang kali pertama,” tutupnya.

Dia menduga hujan es terjadi di desanya mengingat wilayah Desa Tista yang berada di perbukitan dengan ketinggian sekitar 700 meter di atas permukaan laut.

“Mungkin karena wilayah desa yang berada di dataran tinggi atau perbukitan sehingga terjadi hujan es,” ucap Gede Marjaya.

Hingga kemarin sore dirinya belum mendapatkan laporan adanya kerusakan yang diakibatkan oleh hujan es tersebut.

“Butiran es yang jatuh berukurang kecil-kecil dan langsung pecah. Astungkara sejauh ini belum ada laporan kerusakan bangunan atau rumah warga akibat hujan es,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar Mohammad Taufiq Gunawan menyebutkan terjadinya peristiwa hujan es di Desa Tista adalah hal alamiah yang biasa terjadi, bahkan fenomena itu terjadi karena adanya awan konvektif yang ada di sekitar wilayah terdampak.

Awan konvektif yang memunculkan hujan es biasanya terjadi saat musim pancaroba yakni peralihan dari musim kemarau ke musim hujan atau sebaliknya. Namun hujan es tidak menutup kemungkinan bisa terjadi saat musim hujan.

“Fenomena hujan es itu biasa saja. Tidak ada menunjukkan pratanda atau kejadian lainnya. Fenomena ini murni karena adanya awan konvektif tadi,” tutupnya.

Penulis : Nyoman Darma

Editor : Oka Suryawan