Arus balik di gilimanuk (google/balipost.com)
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Negara, balipuspanews.com – Pelaksana Pelabuhan (UPP) atau Syahbandar memutuskan untuk menutup penyeberangn di Selat Bali lantaran angin kencang dan hujan lebat.

“Karena hujan dan kabut, pelabuhan Ketapang tidak kelihatan dan bisa membuat kapal salah arah. Angin kencang juga bisa mendorong kapal lalu hanyut,” ujar seorang petugas Syahbandar Gilimanuk.

Ia mengatakan cuaca buruk itu diawali dengan hujan deras yang turun di wilayah pelabuhan Ketapang Bayuwangi sekitar pukul 13.45 WIB. Tidak lama kemudian dari arah Gilimanuk berhembus angin kencang dengan kecepatan lebih dari 30 knot.

Akibat angin kencang dan hujan lebat di wilayah Ketapang menjadi gelap karena kabut. Kabut tebal tersebut membuat jarak pandang nahkoda atau juru mudi terbatas dan bisa mengakibatkan terjadi tabrakan atau kapal salah arah dan hanyut.

Sekitar 15 menit hujan mereda begitupula angin kencang berhenti sehingga kabut menghilang. UPP lalu menutuskan membuka penyebrangan pukul 14.15 Wita. Semua kapal kembali melanjutkan pelayaran untuk melayani pengguna jasa.

“Penyebrangan sempat ditunda karen angin kencang dan hujan, tetapi hanya sebentar dan tidak terjadi penumpukan kendaraan,” ujar Manajer Operasional PT ASDP Indonesia Ferry unit pelabuhan Gilimanuk Heru Wahyono ketika dikonfirmasi.

Tinggalkan Komentar...