HUT BSC Ke-7, Wabup Ajak Komunitas Sosial Terus Bermitra Dengan Pemerintah

Pelepasan burung saat HUT BSC ke-7 berlokasi di Pantai Lovina, Singaraja
Pelepasan burung saat HUT BSC ke-7 berlokasi di Pantai Lovina, Singaraja

BULELENG, balipuspanews.com – Sebagai wujud bentuk pelayanan sosial kepada masyarakat Wakil Bupati (Wabup) Buleleng I Nyoman Sutjidra terus mengajak setiap komunitas sosial di Kabupaten Buleleng termasuk Buleleng Social Community (BSC) untuk bermitra dengan pemerintah.

Bahkan Sutjidra menjelaskan kolaborasi antara pihak swasta, pemerintah dan juga komunitas-komunitas sosial sangat penting untuk dilakukan.

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh komunitas sosial seperti BSC ini sangat membantu pemerintah untuk memberikan pelayanan sosial kepada masyarakat. Selain itu melalui kerjasama dan gotong royong, para lansia dan anak-anak yang membutuhkan bisa diberikan pelayanan sosial.

“Dengan relawan-relawan yang tergabung, banyak kegiatan sosial bisa dilakukan,” jelas Sutjidra saat ditemui usai menghadiri HUT ke tujuh BSC tahun 2022 di Wantilan Pantai Lovina, Sabtu (2/7/2022).

Baca Juga :  Puluhan Sapi Diduga Terjangkit PMK, Warga Dusun Poh Harapkan Pengobatan Gratis

Guna mendukung berbagai kegiatan yang dilakukan komunitas sosial seperti BSC Sutjidra selalu meminta dinas-dinas terkait lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng untuk terus bersinergi.

Seperti halnya pemberian bedah rumah yang melibatkan Dinas Perumahan, Wilayah Permukiman dan Pertanahan (Disperkimta) dalam pelaksanaannya. Begitu pula dengan bantuan-bantuan sosial yang bersinergi dengan Dinas Sosial (Dinsos).

“Termasuk data-data agar valid dikoordinasikan dengan Dinsos. Saya sangat berterimakasih khususnya dengan BSC karena BSC tidak hanya bisa bersinergi dengan dinas terkait tapi juga merangkul orang-orang baik yang peduli terhadap sesama,” terang Wabup asal Desa Bontihing.

Sementara itu, Ketua BSC Made Eka Tirtayana menyampaikan hingga di usia ke tujuh, relawan-relawan sudah tersebar di seluruh Kabupaten Buleleng. Relawan terdiri dari berbagai profesi seperti siswa, mahasiswa, kepala desa, kepala dusun dan juga didukung TNI/Polri.

Baca Juga :  Eksekutif dan DPRD Badung Sepakati Perubahan KUA-PPAS APBD Badung 2022

Hal itu yang menguatkan BSC untuk terus bergerak ke masing-masing desa. Bantuan dan penentuan penerima didasarkan pada data-data yang diberikan oleh relawan-relawan tersebut.

“Kita selalu lakukan komunikasi sehingga tidak ada bantuan tumpang tindih. Jadi, jika ada yang belum mendapat bantuan dari pemerintah atau tercecer di data, maka kita yang masuk,” sebut Eka.

Eka memaparkan bahwa hangga saat ini, BSC mendampingi 157 anak asuh dimana anak asuh itu setiap bulannya dibiayai untuk bersekolah. Kemudian untuk masing-masing uang pembiayaan disampaikan oleh relawan setempat dengan dokumentasi yang dijadikan pertanggungjawaban ke donatur.

Satu anak asuh dibantu oleh satu donatur dan secara berkelanjutan donatur tersebut membantu setiap bulannya. Pendampingan lansia juga dilakukan sesuai dengan hasil survei dan filter di lapangan yang belum mendapat bantuan pemerintah.

Baca Juga :  Kirab Merah Putih MBPS, Wagub: Dulu Melawan Penjajah, Kini Kemiskinan

“Koordinasi tetap dilakukan dengan Dinas Sosial dan juga pemerintah desa mengenai pendampingan terhadap lansia ini,” imbuhnya.

Penulis : Nyoman Darma 

Editor : Oka Suryawan