Kepala Museum Basoeki Abdullah Jakarta, Dra. Maeva Salma M.Si menghadiri HUT ke-3 balipuspanews dengan menggelar acara mekedas-kedas dan penghijauan
sewa motor matic murah dibali

JAKARTA, balipuspanews.com – Kepala Museum Basoeki Abdullah Jakarta, Dra. Maeva Salma M.Si menghadiri HUT ke-3 balipuspanews dengan menggelar acara mekedas-kedas dan penghijauan puluhan tanaman yang disakralkan sebagai salah satu langkah pelestarian lingkungan sekala dan niskala di mata air kawasan Pura Batukaru, Desa Wongaya Gede, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Minggu (10/11).

Acara ini mengambil tema “Mekedas-kedas, dari Mata Hati untuk Mata Air” yang artinya kebersihan mata air dan lingkungan dimulai dari hati nurani atau mata hati. Tema ini sekaligus menjadi inspirasi untuk merubah tagline balipuspanews yang semula BERITA AKTUAL BALI, kali ini menjadi DARI MATA HATI MENGINSPIRASI.

Maksud dan tujuan dari tagline ini adalah agar media online balipuspanews dengan mata hatinya atau nuraninya mampu menyajikan berita-berita yang menginspirasi pembacanya laksana mata air yang senantiasa mengalir dengan kejernihannya memberikan kehidupan umat manusia.

Kepala Museum Basoeki Abdullah Jakarta, Dra. Maeva Salmah M.Si mengatakan kerjasama Museum Basoeki Abdullah dengan Balipuspanews ini agar Museum Basoeki Abdullah semakin dekat hubungannya dengan masyarakat tidak hanya di Jakarta juga diluar Jakarta seperti di Bali ini agar Museum Basoeki Abdullah semakin di cintai masyarakat Indonesia.

“Sosok Basoeki Abdullah adalah seniman istimewa yang memiliki intelektual dan reputasi yang tidak hanya dikenal di Indonesia tetapi Internasional,” ungkap Maeva Salmah.

Pemimpin Redaksi balipuspanews yang juga penanggungjawab acara, I Putu Artayasa berharap acara ini terus dilanjutkan di desa-desa yang lain sehingga terwujud kepedulian mata air dan sampah dari tingkat desa.

“Acara yang kami buat ini diharapkan mampu meningkatkan rasa peduli terhadap mata air dan sampah plastik agar terciptanya lingkungan, sehat dan bersih serta mampu memberikan inspirasi baru dalam menggali nilai sumber kehidupan,” ungkapnya.

Dalam acara yang diisi dengan penanaman sejumlah pohon sakral yakni Cempaka putih
Cempaka kuning, Kelapa bulan, Kelapa gading, Delima putih, Kepundung Nagasari, Rijasa, Sandat bali, Sentul, Cempaka gondok, Jeleket, Gaharu, Klecung Rudaksa/genitri, Timbul.

Dalam penanaman pohon keramat ini dilakukan oleh para pendukung sekaligus pensupport acara ini yakni oleh Gubernur Bali yang diwakili oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup, I Made Teja, Wakil Bupati Tabanan, I Komang Gde Sanjaya, Anggota DPRD Tabanan, Bendesa Wongaya Gede Perwakilan Bank Indonesia, Genbi Provinsi Bali, Kepala Museum Basoeki Abdullah, PT Indonesia Power PT PLN Persero, Trash Hero, Pramuka Peduli Daerah Bali, GM Sales Regional Bali Nusra (Telkomsel), PT Tirta Investama Mambal (Aqua), Pelindo III Benoa, Koramil Penebel, Polsek Penebel Pimpinan Gunung Harta. (Ivan/BPN/Tim)