HUT Kota Bangli ke-822 Usung Tema Bhakti Ratna Radhaka, Arahkan Pembangunan Berbasis Nilai Luhur

- Advertisement -
- Advertisement -

BANGLI, balipuspanews.com – Pemerintah Kabupaten Bangli menggelar apel peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-822 Kota Bangli di Alun-Alun Kota Bangli, Minggu (10/5/2026). Peringatan bersejarah ini berlangsung khidmat dan meriah, dipimpin langsung Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, serta dihadiri jajaran pimpinan daerah, tokoh masyarakat, ASN, dan non-ASN di lingkungan Pemkab Bangli.

Pada peringatan tahun ini, Pemkab Bangli mengangkat tema “Bhakti, Ratna, Radhaka” yang sarat makna filosofis sebagai pedoman pembangunan ke depan. ‘Bhakti’ dimaknai sebagai pengabdian tulus kepada masyarakat dan daerah, ‘Ratna’ melambangkan nilai-nilai mulia yang dijaga layaknya permata kehidupan, sedangkan ‘Radhaka’ mencerminkan ketulusan hati dan semangat pengabdian penuh cinta terhadap tanah kelahiran.

Saat membacakan sambutan tertulis Gubernur Bali, Bupati Sang Nyoman Sedana Arta menegaskan bahwa tema tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan panggilan jiwa bagi seluruh elemen masyarakat.

“Tema ini mengajarkan kita bahwa pembangunan sejati harus dilandasi oleh dedikasi, kejujuran, dan semangat demi kesejahteraan bersama. Mari kita asah setiap tugas yang diamanahkan hingga berkilau layaknya permata,” ujar Bupati Sedana Arta mengutip pesan Gubernur Bali.

Gubernur Bali juga menekankan bahwa periode 2025–2030 menjadi tahap awal pelaksanaan Haluan Pembangunan Bali Masa Depan 100 Tahun Bali Era Baru (2025–2125). Keberhasilan pembangunan pada lima tahun pertama akan menjadi fondasi penting bagi generasi mendatang. Seluruh komponen masyarakat Bangli pun diajak untuk tetap kompak, bersatu, dan bergotong royong dengan semangat gilik saguluk, parasparos, salunglung sabayantaka, sarpanaya.

BACA :  Bupati Sanjaya Buka Pangkung Karung Kite Festival III, Tabanan Didorong Jadi Pusat Berkumpulnya Berbagai Komunitas

Sinergi lintas sektor turut diperkuat melalui kolaborasi Satpol PP, TNI, Polri, Pecalang, dan Desa Adat guna menjaga kelestarian alam dan budaya Bali.
Turut hadir dalam apel tersebut Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar, Anggota DPD RI Perwakilan Bali I Nyoman Sejiwa, Anggota DPRD Provinsi Bali, Ketua dan Anggota DPRD Kabupaten Bangli, jajaran Forkopimda, Ketua TP PKK dan GOW Kabupaten Bangli, serta seluruh pimpinan Perangkat Daerah beserta jajarannya di lingkungan Pemkab Bangli.

Di sela kegiatan, Bupati Bangli secara simbolis menyerahkan bantuan sosial kepada masyarakat terdampak bencana di wilayah Kabupaten Bangli. Sebanyak 11 penerima mendapatkan bantuan, terdiri dari 4 penerima untuk perbaikan pura atau tempat ibadah, serta 7 penerima untuk perbaikan rumah warga. Penyerahan ini menjadi wujud kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang membutuhkan.

Puncak kemeriahan ditandai dengan penampilan kolosal “Tetengger Agung” yang dibawakan ratusan siswa SD dan SMP se-Kecamatan Bangli. Pertunjukan budaya yang digagas langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Bangli ini dikoordinasikan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bangli.

BACA :  Garam Tunnel Tak Diminati Pasar, Petani Kusamba Kembali ke Cara Tradisional

Tarian tersebut diangkat dari kisah Purana Pura Kehen yang menceritakan sabda suci Ida Bhatara Guru Sri Aji Kunti Ketana pada masa berdirinya Kota Bangli. Di tengah arus modernisasi, pertunjukan ini menegaskan komitmen “Bangli Era Baru” yang tetap berpijak pada akar budaya dan kesucian alam warisan leluhur.

Dalam keterangan pers usai apel, Bupati Sang Nyoman Sedana Arta menyampaikan bahwa pelaksanaan HUT ke-822 tahun ini dilakukan secara sederhana namun tetap bermakna. Seluruh rangkaian kegiatan diselenggarakan tanpa menggunakan dana APBD maupun sumbangan sukarela dari pejabat daerah.

“Biasanya kita melibatkan pejabat untuk menyumbang secara sukarela, tapi tahun ini tidak. Semua mengedepankan keterlibatan mandiri masyarakat dan swasta, sesuai arahan Presiden dan Gubernur agar tidak menggelar seremonial besar menggunakan uang negara,” jelasnya.

Meski sederhana, antusiasme masyarakat tetap tinggi. Hal ini terlihat dari puluhan penjor yang menghiasi sepanjang jalan utama kota. Rangkaian peringatan HUT Kota Bangli akan ditutup pada 17 Mei 2026 dengan panggung hiburan yang menampilkan musisi dan seniman lokal Bali tanpa menghadirkan artis luar daerah.

BACA :  Mengakar Budaya, Menjangkau Dunia: Cara SMAN 1 Sukasada Buka Pintu Beasiswa hingga ke China

Menutup keterangannya, Bupati memaparkan arah kebijakan strategis pembangunan Bangli tahun 2026 yang difokuskan pada sektor pendidikan dan kesehatan. Di bidang pendidikan, Pemkab Bangli menyiapkan hibah lahan seluas 5,5 hektar untuk pengembangan fasilitas pendidikan, termasuk dukungan terhadap Fakultas Kedokteran Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa yang akan mulai menerima mahasiswa baru pada September 2026.

Sementara di sektor kesehatan, RSUD Bangli akan diperkuat dengan pengoperasian peralatan medis modern seperti CT Scan dan layanan kemoterapi, didukung bantuan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Upaya ini bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan agar masyarakat tidak perlu berobat ke luar daerah.

Dengan mengusung semangat Bhakti, Ratna, Radhaka, Kabupaten Bangli optimistis melangkah menuju masa depan yang lebih maju, sejahtera, serta tetap menjaga kelestarian budaya dan alam.

Penulis : Kadek Adnyana
Editor : Oka Suryawan 

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular