IA. Candrawati Ajak Generasi Muda Lakukan Puputan untuk Kebaikan Bangsa

TABANAN, balipuspanews.com – Hari ini, 20 November 2020 merupakan momentum bersejarah. Yakni 74 tahun berlangsungnya pertempuran antara 96 pasukan Ciung Wanara dibawah kepemimpinan I Gusti Ngurah Rai melawan pasukan NICA.

Sebagai peristiwa heroik, peringatan Puputan Margarana tentu sangat bermakna bagi masyarakat Bali, khususnya bagi masyarakat Tabanan. Mengingat pertempuran tersebut terjadi dalam tujuannya untuk mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Seorang politikus Partai Nasdem asal Marga, Tabanan Ida Ayu Ketut Candrawati, S.Sos., Jumat (20/11) mengatakan peristiwa Puputan Margarana secara sederhananya menunjukkan bahwa betapa beraninya pasukan Ciung Wanara dalam mengemban tugas dan tanggung jawabnya dalam mempertahankan kemerdekaan bangsa ini. 96 pasukan Ciung Wanara termasuk pemimpinnya I Gusti Ngurah Rai rela mengorbankan titik darah terakhirnya untuk tegaknya Republik Indonesia.

Menurut penuturannya, kakak ayahnya (paman, red) yakni Ida Bagus Putu Raka Yadnya yang terbilang masih muda ikut dalam pertempuran tersebut dan gugur bersama para pejuang lainnya.

Ketua Fraksi Nasdem dan anggota Komisi IV DPRD Tabanan ini melanjutkan, bahwa 96 pasukan Ciung Wanara tersebut merupakan kalangan pemuda. Artinya, saat itu para pemudanya memiliki jiwa nasionalisme yang sangat tinggi.

“Pada titik ini, mari kita memberi hormat kepada 96 pasukan Ciung Wanara atas jiwa nasionalismenya yang tinggi,” ungkap Ketua Garnita Malahayati Bali ini.

Candrawati kemudian mengajak seluruh elemen masyarakat Bali, khususnya Tabanan untuk meneladani pengorbanan tak ternilai para pahlawan yang gugur di medan tempur yang berlangsung di Uma Kaang, Desa Kelaci, Marga pada tanggal 20 November 1946 tersebut. Termasuk berani melakukan puputan.

“Generasi muda Bali khususnya generasi muda Tabanan harus berani mengikuti jejak pendahulunya untuk melakukan puputan,” sebutnya.

Adapun puputan yang harus dilakukan tersebut tentu berbeda dengan Puputan Margarana. Menurutnya, musuh bersama bangsa ini bukan lagi kaum imperialisme. Menurutnya musuh bersama yang tengah dihadapi bangsa ini adalah tergerusnya semangat nasionalisme.

Sehingga imbuhnya, dalam kondisi tersebut seluruh generasi bangsa ini terutama generasi muda Bali dan Tabanan harus berani melakukan perang puputan. Yakni perang puputan untuk kebaikan bangsa ini.

“Caranya cukup sederhana. Yakni tegakkan Pancasila, hormati keberagaman dan posisikan bangsa ini sebagai rumah bersama berkehidupan,” tutupnya.

Penulis: Ngurah Arthadana

Editor : Oka Suryawan