Ketua Komisi IV DPRD Gianyar, Ni Made Ratnadi usai bagi masker kepada pedagang dan masyarakat serta penyemprotan Disinfektan di wilayah Desa Medahan, Rabu (1/4).
Ketua Komisi IV DPRD Gianyar, Ni Made Ratnadi usai bagi masker kepada pedagang dan masyarakat serta penyemprotan Disinfektan di wilayah Desa Medahan, Rabu (1/4).

GIANYAR, balipuspanews.com – Ketua Komite Komisi IV DPRD Gianyar, Ni Made Ratnadi mengajak masyarakat untuk menjaga kesehatan dengan menerapkan pola hidup bersih dan seha mencegah COVID -19.

“Ibu-ibu rajinlah mencuci tangan sehabis memegang sesuatu. Datang dari pasar alangkah baiknya mandi terlebih dahulu sebelum melakukan aktivitas lainnya dirumah,”kata Ketua Komisi IV DPRD Gianyar, Ni Made Ratnadi usai bagi masker kepada pedagang dan masyarakat serta penyemprotan Disinfektan di wilayah Desa Medahan, Rabu (1/4).

Selain itu, Ratnadi juga menekankan pentingnya social distancing. Karena dengan jaga jarak, dan menghindari kerumunan juga dapat memutus rantai penyebaran Covid-19. Ia juga mengapresiasi gerak cepat Perbekel Desa Medahan untuk melakukan penyemprotan dan bagi-bagi masker.

“Perbekelnya sangat aktif, begitu ada edaran dana desa bisa digunakan untuk menanggulangi wabah ini, Perbekel langsung mengambil langkah untuk melakukan penyemprotan secara masal didesanya,”pungkas Ratnadi.

Sementara itu penyemprotan dilakukan dengan menggunakan mobil  Water Cannon milik Satuan Brimob Polda Bali yang menyasar seluruh jalan di Desa Medahan, Pantai Cucukan dan Pantai Masceti. Sedangkan untuk pembagian masker ataupun edukasi dan sosialisasi penanggulangan Covid-19 dilakukan terpusat di area Pasar Desa Medahan.

Kepala Desa Medahan I Wayan Buana, mengucapkan terima kasih kepada Satuan Brimob Polda Bali atas bantuannya dalam melakukan penyemprotan.  Serta pendampingan dari Ketua Komisi IV DPRD Kab.Gianyar yang membidangi kesehatan.

Wayan Buana juga menghimbau warganya agar mengurangi aktivitas diluar rumah, serta tidak melakukan perkumpulan. “Kami selaku pemerintah desa menindak lanjuti program bupati dan gubernur untuk melakukan penyemprotan di desa. Saya juga berharap masyarakat Desa Medahan untuk bisa menahan diri, dan tidak melakukan perkumpulan,”tuturnya.

Desa Dinas Medahan juga telah menjalin kesepakatan dengan bendesa Desa Adat Medahan untuk melakukan upacara keagamaan seminimal mungkin. Bila dalam perjalanan ada pelanggaran, pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan Polsek Blabatuh agar diberikan tindakan secara hukum.

Mengenai Himbauan jam buka pasar, Desa Dinas Medahan melalui Bendesa Adat Medahan telah menghimbau agar pasar dibuka jam 7 hingga jam 9 pagi serta semua warung yang ada dilingkungan Desa Medahan diharuskan tutup jam 8 malam. Apabila ada yang melanggar akan diberikan sangsi secara tegas.