Dinsos Bali saat menyerahkan ibu yang melahirkan di lapangan kepada pihak yayasan.
Dinsos Bali saat menyerahkan ibu yang melahirkan di lapangan kepada pihak yayasan.
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

MANGUPURA, balipuspanews.com- Beberapa hari lalu sempat beredar di media sosial (medsos), seorang ibu berinisial KL yang melahirkan anak yang kedua di areal tanah lapang dekat kamar kos-kosannya pada Minggu (12/5), menjadi perhatian Dinas Sosial Provinsi Bali.

Akhirnya setelah sempat dirawat selama lima hari di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mangusada, kondisinya kini mulai membaik pasca melahirkan.

Kamis (16/5), KL akhirnya dijemput oleh Dinas Sosial Provinsi Bali, yang kemudian diserahkan ke Yayasan Maha Boga Marga bersama anak pertamanya (4) untuk dirawat, sembari menunggu sang bayi yang masih dirawat di ICU di rumah sakit, untuk mendapatkan perawatan yang intensif.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Bali Dewa Gde Mahendra Putra mengatakan, untuk sementara sang ibu dan anaknya yang berumur 4 tahun dititipkan di yayasan. “Kami juga akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial Jawa Barat. Rencananya, setelah bayinya kondisinya pulih, dan mereka sudah berkumpul kami akan memulangkan mereka ke Jawa Barat,” katanya seraya menambahkan, seluruh biaya perawatan dibiayai oleh donatur.

Dalam kesempatan yang sama, Alvon dari pihak Yayasan Maha Boga Marga, menambahkan, ibu dan anaknya untuk sementara akan dirawat di yayasannya dulu.

“Kita rawat dulu ibu dan anaknya yang pertama sembari menunggu bayinya bisa dipulangkan dari RS. Nanti setelah dia pulih betul, kita akan informasikan ke Dinas Sosial Bali yang akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial Jawa Barat,” ungkapnya.

Sementara Direktur RSUD Mangusada Badung, dr. I Nyoman Gunarta menjelaskan, kondisi sang ibu sudah membaik pasca melahirkan, sedangkan bayinya, dibandingkan saat datang relatif lebih stabil.

“Kondisi bayi kini tinggal merawat, karena masih kuning dan sedang dilakukan fototerapi,” ujarnya

Gunarta menambahkan, bayi yang dilahirkan saudari KL lahir dengan berat bayi dibawah 2 kg (prematur) karena beratnya tidak normal, sehingga perlu penanganan itensif di ruang ICU.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang ibu memilih melahirkan anaknya di sebuah tanah lapang ketimbang di rumah sakit, tepatnya di depan SMK Mengwitani, Kabupaten Badung, lantaran diduga tidak mempunyai biaya persalinan.

Di mana kejadian itu, dilaporkan ke Polres Badung oleh sepasang suami isteri. Mendapat laporan masyarakat, petugas langsung menuju lokasi.

Sesampai di lokasi, petugas segera melakukan pertolongan pertama untuk proses persalinan. Sementara petugas lainnya menghubungi ambulans untuk mengevakuasi KL menuju Puskesmas Mengwi.

Karena bayi perempuan yang dilahirkan dengan berat 1,9 kilogram serta ditambah kondisi kesehatan yang kurang baik, akhirnya ibu dan bayi itu dirujuk ke RSUD Mangusada Kapal. (Bud/bpn/tim).

Advertisement
Loading...

Tinggalkan Komentar...