Beranda Lentera Jiwa Ibu Sibuk Bekerja, Tidak Dekat Dengan Anak: Apa Solusinya?

Ibu Sibuk Bekerja, Tidak Dekat Dengan Anak: Apa Solusinya?

LenteraJiwa, balipuspanews. com -Saat ini wanita yang telah menikah tidak hanya berperan sebagai ibu, namun juga membantu suami mencari nafkah. Tuntutan ekonomi dan pengaruh emansipasi membuat wanita mengambil peran ganda yang seringkali menjadi tantangan ketika telah memiliki anak. Disatu sisi wanita sudah memiliki karir yang menjadi identitasnya, disisi lain dia juga telah menjadi ibu dan memiliki anak yang sangat disayanginya. Sesungguhnya ibu yang sibuk bekerja bertujuan agar secara finansial masa depan anaknya terjamin.

Penulis: Ida Ayu Maitry Sanjiwani M.Psi., Psikolog

Hal ini menyebabkan banyak ibu yang memutuskan anaknya diasuh oleh pihak lain seperti nenek atau baby sitter, konsekuensinya adalah anak justru lebih dekat dengan pihak lain tsb. Padahal gaya pengasuhan antara ibu dengan nenek atau baby sitter belum tentu sama.

Contohnya ibu memberikan aturan bahwa anak boleh makan es krim setelah makan nasi, namun saat diasuh oleh pihak lain agar anak tidak menangis maka akan diberikan es krim meskipun belum makan nasi.

Ketidakkonsistenan ini membuat anak merasa bahwa pihak lain lebih menyanginya dibandingkan dengan ibunya. Hal ini menyebabkan anak menjadi tidak dekat ibunya sendiri.

Dalam psikologi kedekatan emosional antara ibu dengan anak biasa disebut dengan attachment. Ibu yang memiliki kedekatan secara emosi dengan anak memunculkan secure attachment, sedangkan yang tidak dekat menimbulkan insecure attachment.

Terdapat 2 jenis insecure attachment yaitu anxious-avoidant: menolak kehadiran ibu, menunjukkan permusuhan dan mengacuhkan ibunya dan anxious- resistent: anak sedih ketika ditinggalkan ibu dan sulit untuk tenang meskipun ibu telah kembali.

Anak tidak mau berpisah lagi dengan ibunya. Dampak insecure attachment: anak menjadi cemas, sulit percaya pada orang lain, dan kesulitan memulai relasi bersama orang lain.

Sedangkan jika anak membentuk secure attachment meskipun ditinggal ibu, saat ibunya datang anak akan menyambut dan kembali beraktivitas seperti biasa. Dampaknya anak menjadi percaya pada orang lain dan merasa aman saat menjalin relasi /hubungan di masa depan (Bowlby dalam Santrock, 2012).

Maka dari itu sangat penting bagi ibu untuk dekat secara emosional dengan anaknya agar membentuk secure attachment. Lalu bagaimanakah caranya?

Ibu harus bisa membagi waktu antara pekerjaan dengan anaknya.

Pertama, sebisa mungkin setiap pagi atau malam hari memiliki aktivitas bersama dengan anaknya seperti sarapan atau makan malam bersama.

Kedua, jika memungkinkan mengantar anak atau menjemput anak di sekolah.

Ketiga, usahakan untuk menghubungi anak di siang hari dan menanyakan keadaannya di rumah, apakah sudah makan atau belum.

Keempat, setelah pulang kantor meluangkan waktu setiap hari selama minimal 1 jam untuk bermain atau mengobrol dengan anak. Ibu dapat menanyakan apa yang dilakukan di sekolah dan di rumah, seperti apa guru dan teman-temannya di sekolah.

Hindari untuk langsung menanyakan apakah anak sudah mengerjakan tugas. Jika anak memiliki tugas tanyakan apa kesulitan yang dialami atau apakah ada yang bisa dibantu.

Kelima, meluangkan waktu saat akhir pekan untuk pergi atau melakukan aktivitas bersama dengan anak, seperti memasak bersama.

Keenam, usahakan untuk datang ke pertemuan sekolah atau saat anak pentas di sekolah. Jika tidak bisa datang jelaskanlah alasannya pada anak.

Ketujuh, tidak mengganti kasih sayang dengan uang, contohnya hadiah jangan hanya berupa benda namun berupa kasih sayang seperti pujian, pelukan, ciuman dan kehadiran orang tua.

Kedelapan, jika anak diasuh pihak lain ibu harus menjelaskan aturan yang diterapkan oleh ibunya.

Walaupun sedang meniti karir, bagaimanapun juga seorang ibu sebaiknya bisa membagi waktu dengan anaknya. Karena bukankah tujuan dari ibu bekerja adalah untuk kesejahteraan anaknya juga? Disini ayah juga memiliki peran yang sangat penting untuk membantu ibu dalam urusan mengasuh anak dan mengurus rumah. Hal ini bertujuan agar anak tidak hanya dekat dengan ibu, namun juga dengan ayahnya.

 

Facebook Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Harap Bisa Atasi Permasalahan Air, Gubernur Prioritaskan Pembangunan Bendungan Tamblang

BULELENG, balipuspanews.com - Pembangunan Bendungan Tamblang sudah diresmikan, pada Rabu (12/8/2020), oleh Gubernur Bali I Wayan Koster. Pembangunan Bendungan ini diharapkan bisa mengatasi permasalahan...

Resmi Ditahan, Jrx : Semoga Tidak Ada Lagi Ibu-Ibu Menjadi Korban Rapid Test

DENPASAR, balipuspanews.com - Jrx Superman Is Dead (SID) kembali diperiksa oleh Penyidik Direktorat Kriminal Khusus Polda Bali, pada Rabu, 12 Agustus 2020.Jrx SID diperiksa...

Jerinx SID Resmi Tersangka, Langsung Dijebloskan ke Rutan Polda Bali 

DENPASAR, balipuspanews.com - Setelah dipanggil dan diperiksa sebagai saksi terlapor terkait kasus dugaan ujaran kebencian dan pencemaran nama baik oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI)...

Budaya Bali, Kunci Pengembangan Pariwisata Medis

DENPASAR, balipuspanews.com - Wacana pariwisata medis bergulir sejak sepuluh tahun lalu di Bali dan berkembang secara alamiah. Kini dengan hadirnya Indonesia Medical Tourism Board...

Recent Comments

Facebook Comments