Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

GIANYAR, balipuspanews.com- Kondisi keluarga I Wayan Ririg, 65, warga asal Tenganan, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem yang tinggal di kawasan Perumahan Bumi Rahayau, Batubulan Kangin, Kecamatan Sukawati mendapat perhatian serius Pemkab Gianyar. Menerjunkan Dinas Sosial serta Dinas Kesehatan, Pemkab Gianyar membawa sejumlah bantuan. Bahkan, Ketua TP PKK Kabupaten Gianyar, Ny. Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra turut serta menyambangi rumah keluarga I Wayan Ririg, Rabu, (23/1/2019).

Seperti diberitakan sebelumnya, I Wayan Ririg yang tinggal di kawasan perumahan Bumi Rahayu bersama istri, anak, menantu serta 3 orang cucunya mengalami sakit karena tidak makan selama tiga hari. Keluarga terdiri dari 7 orang ini diketahui sudah tinggal di lokasi tersebut selama setahun terakhir, setelah sebelumnya kos di kawasan Penatih, Denpasar. Anaknya, I Wayan Budiasa, 35, sendiri selama ini berjualan bunga pacah, namun karena belum musim sehingga beralih ke jualan ikan pindang.

Berdasarkan penelusuran, diketahui ternyata sakit yang dialami keluarga tersebut karena keracunan ikan pindang bukan karena tidak makan. Hal ini sesuai pengakuan Budiasa. Sebelum kasus keracunan, Budiasa sendiri seperti biasa menjajakan dagangannya berupa ikan pindang di kawasan Batubulan pada (17/1) lalu.

“Saya sisakan beberapa untuk dimakan keluarga keesokan harinya, (18/1),” terang Budiasa.

Hal ini, disinyalir penyebab terjadinya keracunan, karena ikan pindang tersebut sudah tidak sehat lagi dan tidak disimpan beserta es sebagai pengawetnya. Dikatakan Budiasa, dari 7 keluarga hanya 3 orang yang mengkonsumsi ikan pindang yang sudah dimasak tersebut. Budiasa mengaku mengalami gejala mual-mual serta dadanya sesak beberapa saat setelah mengkonsumsi ikan tersebut. Hal sama juga dirasakan ayahnya, Wayan Ririg serta anak pertamanya I Gede Deni Putrajaya, 9, setelah konsumsi ikan tersebut. Beruntung, kondisi Budiasa beserta ayahnya cepat membaik, namun anaknya Deni Putrajaya kondisi bertambah buruk. Setelah mendapat penanganan medis di sebuah RS Premagama, Batubulan, kondisi Deni dinyatakan membaik dan diperbolehkan pulang.

Kepala UPT Kesmas Sukawati II, dr. Ida Bagus Ketut Sugamia, menjelaskan, terkait dengan pelayanan kesehatan, pihaknya sudah beberapa kali mendatangi rumah I Wayan Ririg untuk melakukan pengecekan kesehatan keluarga tersebut. Meski identitas I Wayan Ririg beserta keluarga tercatat di Denpasar (Bukan warga Gianyar-red), namun karena tinggal di wilayah pelayanan UPT Kesmas Sukawati II, pihaknya tetap memberikan pelayanan kesehatan dengan mendatangi langsung rumah Wayan Ririg. Terlebih kondisi, keluarga tersebut yang tergolong warga kurang mampu.

“November lalu, kita sudah sempat rumahnya unuk melakukan pemeriksaan kesehatan kepada semua anggota keluarga. Meski bukan warga disini, tapi jika sudah dilaporkan berada di wilayah pelayanan kami, kami tetap berikan pelayanan kesehatan,”terang Ida Bagus Ketut Sugamia.

Dari hasil penelusuran, I Wayan Budiasa ternyata tidak memiliki kelengkapan administrasi kependudukan seperti Kartu KK dan e-KTP. Hal ini tentu menyulitkan dalam pengurusan administrasi, baik segi pelayanan kesehatan maupun bantuan social lainnya. Sehingga pada kesempatan itu, Ketua TP PKK Kabupaten Gianyar, Ny. Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra selain membawa bantuan sembako serta sejumlah bantuan dana juga akan memfasilitasi terkait pemenuhan kelengkapan admisnistrasi I Wayan Budiasa beserta keluarga berkoordinasi dengan Dinas Catatan Sipil Kota Denpasar.

“Kami turut prihatin dengan keadaan bapak wayan. Kami akan memfasilitasi terkait dengan identitas yang harus dimiliki yang saat ini tercatat di Denpasar tetapi tinggal di Gianyar,,” imbuh Dayu Surya.

Surya Adnyani Mahayastra mengatakan, dilihat dari kondisi tempat tinggal keluarga I Wayan Ririg sangat memprihatinkan. Tinggal bersama seluruh keluarga dalam satu rumah semi pemanen berukuran 5×4 meter berlantaikan  tanah, memang tergolong rumah tidak layak huni. Untuk itu, pihaknya juga akan mengupayakan bantuan yang menjadi kebutuhan keluarga Wayan Ririg.

“Data yang bersangkutan bukan asli Gianyar. Keberadaannya sangat darurat, kita jiwa kemanusiaan saja. Kita membantu apa yang menjadi kebutuhan bapak wayan. Apalagi keluarga yang tinggal di rumah ini, cukup banyak. Dengan kondisi rumah seperti ini, memang tidak layak ditinggali,” imbuh Dayu Surya. (rls/tim/bas)

 

Advertisement
Loading...