Salah satu pedagang bunga tabur saat menjajakan lapaknya tepat hari raya Idul Adha 1441 H
Salah satu pedagang bunga tabur saat menjajakan lapaknya tepat hari raya Idul Adha 1441 H

BULELENG, balipuspanews.com – Perayaan hari raya Idul Adha 1441 H yang dilaksanakan oleh Umat Muslim di Kabupaten Buleleng membawa dampak juga terhadap para pedagang bunga tabur dadakan di Singaraja.

Pasalnya saat momen yang jatuh Jumat (31/7/2020) dimanfaatkan warga muslim di Buleleng untuk melakukan ziarah makan (nyekar) kepada sanak keluarga yang sudah meninggal dunia

Ada beberapa jalan yang dijadikan tempat jualan dadakan seperti Jalan Dewi Sartika Utara Kelurahan Kaliuntu, misalnya sedikitnya ada lima lebih pedagang bunga tabur.

Bahkan beberapa juga memilih berjualan didepan pintu masuk tempat pemakaman umum Kayubuntil, Kelurahan Kampung Anyar Singaraja.

Salah satu pedagang bunga tabur Ni Komang Suami mengaku saat hari raya seperti sekarang dirinya sudah mulai berjualan bunga tabur sejak pukul 06.00 pagi hingga siangnya istirahat sebentar. Kemudian baru dilanjutkan berjualan bunga tabur pada sore. Sebab umat dominan melaksanakan kegiatan ziarah makam pada pagi dan sore di Singaraja khususnya.

Dirinya juga tak menampik jika tidak hanya hari raya Idul Adha saja berjualan di lokasi akan tetapi setiap kali ada momen hari raya umat muslim dirinya selalu membuka lapak.

“Hari biasa saya dan pedagang bunga tabur lainnya berjualan canang di Pasar Anyar, ini pas hari raya saja,” akunya.

Lanjutnya saat ini penjualan bunga di Hari Raya Idul Adha tidak seperti sebelum-sebelumnya sebab ada penurunan dibandingkan pada Hari Raya Idul Fitri sebelumnya.

Bunga-bunga tabur yang dijualnya seharga dua ribu per bungkus saat hari raya Idul Fitri bisa laku terjual sampai 100 bungkus. Akan tetapi sekarang diakuinya hanya mampu terjual sampai 50 bungkus. Selain itu dirinya juga menjual air yabg bercampur dengan bunga tabur dengan harga lima ribu per botol.

“Jadi sekarang agak sepi dan menurun penjualan. Selain itu saya juga menjual air bercampur dengan bunga tabur,” imbuhnya.

Tak hanya itu dirinya menerangkan ada beberapa jenis bunga tabur yang dijual. Diantaranya ada tiga jenis yakni bunga gemitir, pandan, dan bunga merah. Bunga-bunga tersebut didapat dari beberapa pasar yang dibawa oleh para penjual dari wilayah Buleleng atas.

Penulis : Nyoman Darma

Editor : Oka Suryawan

Facebook Comments