Rico Raspati Section Head Communication Pertamina memberikan keterangan pers
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Denpasar, balipuspanews.com -Perjalanan mudik masyarakat melalui pesawat udara pun menjadi salah satu fokus Pertamina, dimana pasokan Bahan Bakar Pesawat Udara (Avtur) diperkirakan mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

“Wilayah Bali, konsumsi Avtur menjelang Idul Fitri 1439 H diprediksi mencapai angka 2489 KL/Hari atau meningkat 9% dibandingkan konsumsi normal harian sebesar 2267 KL/hari,” kata Marketing Branch Manager Bali-NTB, Doni Indrawan didampingi  Rico Raspati Section Head Communication Pertamina dalam press conference Kesiapan Distribusi BBM &LPG Menyambut Idul Fitri 1439 H” di Sanur, Kamis (31/5).

Ia mengatakan untuk menjaga ketersediaan avtur, Pertamina akan senantiasa melakukan langkah-langkah antisipatif seperti memastikan kesiapan operasional Bridger dan AMT.

Pemeriksaan seluruh sarana dan fasilitas serta stocking material yang dibutuhkan di DPPU, serta menjaga availability jumlah kendaraan hydrant dispense dan refueller sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Selain itu ditambahkan, Rico Raspati Section Head Communication  bahwa pihaknya telah meluncurkan tim satgas penyaluran BBM dan LPG Idul Fitri 1439 H.

Tim Satgas yang dilaunching  pada 30 Mei 2018 akan bertugas hingga 28 Juni 2018 dan beroperasi di kantor Pertamina MOR V, seluruh Terminal BBM, Depot LPG Filling Plant hingga Depot Penyaluran Pesawat Udara (DPPU) dengan waktu operasional selama 24 Jam.

Dijelaskan peran utama dari tim satgas antara lain memantau kondisi penyaluran, mengawasi stok BBM dan LPG di setiap SPBU juga Agen LPG, serta mengkordinasikan segala aktivitas distribusi BBM dan LPG bersama Hiswana Migas dan Kepolisian setempat.

“Tim Satgas merupakan salah satu bukti komitmen Pertamina terhadap kelancaran pasokan bagi masyarakat khususnya para pemudik selama arus mudik lebaran. Kordinasi tim satgas di masing-masing lokasi didukung dengan peninjauan ke lapangan akan menjadi salah satu agenda utama tim tersebut agar masyarakat senantiasa mudah mencari BBM ketika perjalanan mudik.”’ ujar Doni.

Pertamina memprediksi puncak arus mudik Idul Fitri 1439 H akan terjadi pada tanggal 9-10 Juni 2018. Konsumsi BBM selama masa Idul Fitri 1439 H di Wilayah Bali diprediksi akan mengalami peningkatan.

Adapun detil prediksi

Produk BBM konsumsi Normal Harian,  Prediksi Konsumsi Ramadhan & Idul Fitri 1439 H.

Konsumsi normal harian Premium 602  KL/Hari sedangkan prediksi konsumsi Lebaran 728 KL/Hari.

Pertalite konsumsi normal 1.161 KL/Hari sedangkan prediksi Lebaran 1.335 KL/Hari. Untuk Pertamax konsumsi normal 716 KL/Hari sedangkan prediksi Lebaran 831 KL/Hari.

Konsumsi harian Pertamax Turbo 2 KL/Hari dan prediksi Lebaran 2 KL/Hari.

Sedangkan pemakaian solar rata-rata menurun saat Lebaran. Hal ini dikarenakan banyak truk-truk besar tak beroperasi. Konsumsi normal solar 478 KL/Hari tapi saat Lebaran diprediksi turun jadi 458 KL/Hari. Dexlite konsumsi normal 38 KL/Hari jadi 37 KL/Hari.

Pertamina Dex tetap sama yakni 5 KL/Hari.
Berkaitan dengan pasokan LPG, pada produk LPG bersubsidi (3 kg) Pertamina memprediksi terjadinya peningkatan konsumsi rata-rata sebesar 6% dari konsumsi normal sebesar 15.432 Metric Ton (MT) / Bulan menjadi 16.358 MT/Bulan. Konsumsi LPG Non Subsidi (Bright Gas 5.5 kg, Bright Gas 12 Kg, dan LPG 12 kg) di Bali juga diprediksi mengalami peningkatan menjelang Idul Fitri sebesar 9% dari  574 MT/Bulan menjadi 631 MT/bulan.

Untuk menjaga ketersediaan stok di lapangan, Pertamina juga melakukan beberapa langkah intensif mulai dari Built Up stok di storage, agen hingga pangkalan LPG. Pertamina juga telah membentuk 22 Agen Siaga dan 108 Pangkalan Siaga di Wilayah Bali yang akan beroperasi setiap hari khususnya ketika libur Hari Raya Idul Fitri 1439 H.

Pertamina MOR V senantiasa berkomitmen untuk memastikan ketersediaan BBM dan LPG di Wilayah Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara sehingga masyarakat dapat melaksanakan ibadah puasa dan merayakan Idul Fitri 1439 H dengan penuh kelancaran. Masyarakat juga dapat berperan aktif dalam memberikan saran, masukan maupun aduan melalui contact center Pertamina di nomor telepon 1-500-000. (rls/bpn/tim)

Tinggalkan Komentar...