Imigrasi Amankan Bule Rusia yang Ngamuk di Warung Milik Warga

Warga negara Rusia berinisial OC,40, yang sempat ngamuk di Warung Uma Asri Desa Werdi Bhuwana, Kecamatan Mengwi, Badung, pada Sabtu (28/8/2021) lalu, akhirnya digiring di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Kelas I TPI Denpasar, pada Selasa (31/8/2021)
Warga negara Rusia berinisial OC,40, yang sempat ngamuk di Warung Uma Asri Desa Werdi Bhuwana, Kecamatan Mengwi, Badung, pada Sabtu (28/8/2021) lalu, akhirnya digiring di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Kelas I TPI Denpasar, pada Selasa (31/8/2021)

DENPASAR, balipuspanews.com – Warga negara Rusia berinisial OC,40, yang sempat ngamuk di Warung Uma Asri Desa Werdi Bhuwana, Kecamatan Mengwi, Badung, pada Sabtu (28/8/2021) lalu, akhirnya digiring di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Kelas I TPI Denpasar, pada Selasa (31/8/2021).

Sebagaimana diinformasikan Kasi Kewaspadaan Dini Satpol PP Kabupaten Badung, Made Astika Jaya, OC sempat ngamuk di warung Uma Asri di Desa Mengwi, Badung dan diamankan oleh anggotanya.

“Dia dilaporkan warga mengamuk dan terjatuh di got, dan kami amankan,” bebernya, pada Rabu (1/9/2021).

Selanjutnya, petugas Satpol PP mencoba berkomunikasi dengan yang bersangkutan namun tidak mendapat respon. Diduga mengalami gangguan kejiwaan, OC langsung dibawa ke Rumah Sakit Mangusada.

“Dia tidak mau bicara sehingga dibawa ke rumah sakit,” bebernya.

Menurutnya, saat ditemukan, OC hanya membawa travel bag yang berisi pakaian, sepatu, handphone, charger, power bank dan matras yoga.

“Yang bersangkutan sempat depresi. Setelah dirawat di RS Mangusada 2 hari sudah kembali normal. Identitas tidak ada tapi kami koordinasi dengan Imigrasi Kelas 1 Ngurah Rai bahwa paspornya ada di imigrasi, perpanjangan,” ungkapnya.

Kemudian oleh petugas Satpol PP Kabupaten Badung menyerahkan OC ke Kanim Denpasar, pada Selasa (31/8/2021).

“Sudah kami serahkan ke Imigrasi Denpasar. Infonya sudah dikirim ke rudenim untuk menunggu proses deportasi,” ungkapnya sembari mengatakan OC belum bisa dideportasi karena belum memiliki tiket.

Sementara itu, menurut Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Bali, Jamaruli Manihuruk, OC diduga melakukan kegiatan yang membahayakan keamanan dan ketertiban umum.

Dalam arti, tidak menghormati dan tidak mentaati peraturan Perundang-undangan sesuai Pasal 75 ayat (1) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Dijelaskannya, OC diketahui masuk ke Indonesia pada Desember Tahun 2020 menggunakan Izin Tinggal Kunjungan (ITK) yang masa berlakunya sampai dengan 6 Oktober 2021.

Pendeportasian OC dari wilayah Indonesia belum dapat dilaksanakan mengingat yang bersangkutan belum memiliki tiket kembali ke negaranya.

“Ia telah terbukti melanggar Perda Nomor 7 tahun 2016 tentang ketertiban umum dan ketentraman masyarakat. Maka pejabat imigrasi berwenang melakukan tindakan Administratif Keimigrasian yaitu dengan menempatkannya di Rumah Detensi Imigrasi Denpasar menunggu proses pendeportasian,” pungkas Jamaruli.

Penulis : Kontributor Denpasar 

Editor : Oka Suryawan

Redaksi | Pasang Iklan | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik | Privacy Policy | Copyright | About Us
Member of
Exit mobile version