Pelaku Pekak Leong (63) saat digelandang ke Mapolres Buleleng.

SINGARAJA, balipuspanews.com — Putu Suardana alias Leong (63) asal Desa Mayong, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka atas kasus petsetubuhan terhadap anak dibawah umur sebut saja Melati (13).

 

Saat digelandang ke Mapolres Buleleng, seperti taj ada rasa penyeselan dari pelaku Pekak Leong atas perbuatannya.

 

Pekak Leong bahkan berdalih, persetubuhan tersebut dilakukan berawal dari rasa prihatin terhadap korban. Nah, beranjak dari rasa prihatin itulah hingga akhirnya  terbesit dibenak pelaku untuk menikahi Melati menjadi istri kedua.

 

 

“Saya lihat dia (Melati) anak nakal, prihatin saya biar gak gini gitu. Makan dan nginep di rumah. Selanjutnya nggak terasa sudah saya sampai begitu (menyetubuhi Melati). Nggak setiap hari, paling cuma satu kali seminggu,” singkatnya.

 

 

Sementara, dari hasil pemeriksaan terungkap, aksi persetubuhan ini dilakukan Pekak Leong terhadap korban Melati lebih dari sekali, rentan waktu bulan September sampai Desember 2019 lalu, dengan iming-iming sejumlah uang.

 

Seizin Kapolres Buleleng, Kasat Reskrim AKP Vicky Tri Haryanto mengatakan, kasus persetubuhan yang dilakukan Pelaku Leong ini terungkap dari kecurigaan orangtua Melati berinisial PS yang kerap melihat anaknya membawa uang dengan jumlah yang besar. Ketika diintrogasi, Melati mengaku mendapat uang tersebur dari pelaku Leong usai disetubuhi.

 

Tak terima, orangtua Melati pun lantas aksi melaporkan aksi tak senonoh itu ke Mapolsek Seririt, sebelum kasus ini ditangani Unit PPA Polres Buleleng.

 

“Pelaku Leong diamankan, dan mengakui perbuatannya sehingga ditetapkan sebagai tersangka,” terang Kasat Vicky, Selasa (14/1).

 

Imbuh Kasat Vicky, Unit PPA Satreskrim Polres Buleleng sudah mengantongi hasil visum terhadap korban Melati. Hasilnya, vagina korban ditemukan ada luka robek lama pada selaput dara. Selain itu keterangan beberapa saksi-saksi juga menguatkan perbuatan bejat Pekak Leong.

 

“Persetubuhannya dilakukan dirumah korban saat dalam keadaan sepi. Dari hasil pemeriksaan, itu dilakukan lebih dari sekali. Setiap selesai disetubuhi korban selalu diberikan uang secara bervariasi mulai dari Rp 100 ribu sampai dengan Rp 200 ribu,” ungkapnya.

 

Masih kata Kasat Vicky, saat ini kondisi korban mengalami sedikit trauma. Melati kini sudah mendapatkan pendampingan dari tim perlindungan anak.

 

“Dari hasil pemeriksaan korban tidak hamil. Saat ini korban memang dalam kondisi sedikit trauma, tapi korban tetap bersekolah,” pungkasnya.

 

 

Pekak Leong terancam dijerat dengan Pasal 81 UU RI No. 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman pidana paling lama 15 tahun penjara.