28.7 C
Denpasar
23/10/2021, 12:26 PM
Opini AndaImplementasi CHSE Sebagai Adaptasi Dampak Pandemi Covid-19 Pada Destinasi Wisata di Indonesia

Implementasi CHSE Sebagai Adaptasi Dampak Pandemi Covid-19 Pada Destinasi Wisata di Indonesia

balipuspanews google news

Penulis : Dr. Wayan Ardani

OPINI, balipuspanews.com – Pariwisata dan ekonomi kreatif merupakan dua sektor yang mempunyai kontribusi yang besar terhadap perekonomian nasional, tetapi mengalami penurunan signifikan sejak merebaknya pandemi Covid-19.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) membuat program CHSE dalam rangka pemulihan kembali industri pariwisata dan ekonomi kreatif.

CHSE adalah penerapan protokol kesehatan yang berbasis pada cleanliness (kebersihan), health (kesehatan), safety (keamanan), dan environment sustainability (kelestarian lingkungan).

CHSE mengacu pada protokol dan ketentuan lain yang telah ditetapkan Pemerintah Indonesia, World Health Organization (WHO), dan World Travel & Tourism Council (WTTC) dalam rangka pencegahan dan penanganan Covid-19.

Program ini merupakan upaya untuk mengembalikan kepercayaan wisatawan terhadap pariwisata Indonesia, mengingat saat ini wisatawan cenderung memilih destinasi wisata yang aman dan bersih untuk menghindari penyebaran COVID-19.

Sertifikasi CHSE diberikan kepada pelaku usaha pariwisata, usaha atau fasilitas lain yang terkait, dan lingkungan masyarakat sebagai bukti bahwa pelaku usaha telah menerapkan CHSE di lingkungan usahanya masing-masing.

Usaha pariwisata meliputi jasa transportasi wisata, hotel/homestay, restoran, dan Meetings, Incentives, Conferencing, Exhibitions (MICE), pusat informasi wisata, tempat penjualan suvenir, toilet umum, dan usaha atau fasilitas lain yang terkait pariwisata.

Lingkungan masyarakat meliputi lingkup administratif seperti Rukun Warga, Desa, atau Dusun yang menjadi bagian dari kawasan wisata atau berdekatan dengan lokasi wisata.

Destinasi wisata meliputi seluruh destinasi yang berada dalam lingkup provinsi, Kota/Kabupaten atau Desa/Kelurahan.

Konsistensi penerapan CHSE harus dilakukan di setiap destinasi wisata. Pelaku bisnis pariwisata harus memiliki standar Standar Operasional Prosedur (SOP) dan menginformasikan kepada karyawan, pemandu wisata lokal, pengunjung, masyarakat sekitar, dan pihak lain yang beraktivitas di destinasi wisata baik melalui media daring dan/atau luring.

SOP disusun dengan memperhatikan karakteristik dan kekhususan daya tarik wisata yang dikelola, baik daya tarik wisata alam, budaya, maupun hasil buatan manusia.

Pelatihan karyawan, pemandu wisata lokal,dan/atau masyarakat sekitar destinasi wisata perlu dilakukan untuk memastikan penerapan CHSE sesuai dengan SOP, sebelum destinasi wisata dibuka kembali.

Dimana kriteria CHSE berdasarkan Kemenparekraf yang diterbitkan pada Bulan Agustus 2020 bagi karyawan, pemandu wisata lokal, wisatawan, dan pihak lain yang beraktivitas di destinasiwisata adalah 1) memastikan diri dalam kondisi sehat, tidak memiliki gejala demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan/atau sesak napas sebelum beraktivitas di daya tarik wisata.

2) Melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat dengan cara tidak melakukan kontak fisik, menjaga jarak aman minimal 1 meter, mencuci tangan dengan sabun/menggunakan hand sanitizer, memakai alat pelindung diri sesuai keperluan, seperti masker dan sarung tangan.

3) Memberikan salam dengan cara mengatupkan kedua telapak tangan di dada sebagai pengganti berjabatan tangan,

4) Hindari menyentuh area dan barang publik yang berpotensi banyak disentuh orang.

5) Pengunjung sebaiknya melakukan reservasi melalui telepon, media sosial, atau media daring lainnya sebelum kunjungan dilakukan, dan melakukan pembayaran secara nontunai.

Pengusaha dan/atau Pengelola destinasi wisata harus menyediakan sarana yang mendukung pelaksanaan CHSE secara efektif sesuai dengan SOP, seperti penyediaan sarana cuci tangan pakai Sabun (CTPS)/hand sanitizer dalam jumlah cukup dan letakkan di tempat yang mudah dijangkau, peralatan pemeriksaan suhu tubuh, menyiapkan himbauan tertulis untuk tidak menyentuh area dan barang publik, mengatur antrean pengunjung dengan jarak aman minimal 1 meter, tempat sampah tertutup dan kebersihan toilet dan alat pembayaran non tunai.

Pengusaha dan/atau pengelola destinasi wisata memastikan pengolahan sampah dan limbah cair dari destinasi wisata dilakukan secara tuntas, sehat, dan ramah lingkungan sehingga dapat tetap menjaga lingkungan serta tidak menyebabkan sumber penyebaran baru Covid-19.

Evaluasi penerapan CHSE disetiap destinasi wisata perlu dilakukan secara berkala, baik oleh pelaku bisnis pariwisata maupun pemerintah daerah untuk memastikan CHSE diterapkan sesuai dengan SOP.

Hal tersebut akan mampu mempercepat pemulihan ekonomi nasional dari sektor pariwisata karena dapat menumbuhkan rasa percaya pada wisatawan bahwa suatu destinasi wisata nyaman dan aman untuk dikunjungi.

- Advertisement -
- Advertisment -
Balipuspanews TV
Video thumbnail
Pemberlakuan PPKM, Pedagang dari Luar Karangasem Sementara Dilarang Berjualan di Pasar Tradisional
01:55
Video thumbnail
Kemunculan Seekor Buaya Muara di Sungai Sangsang Lebih Gegerkan Warga
03:59
Video thumbnail
Alat Berat Hingga Senderan Tersapu Aliran Banjir di Tukad Janga
01:48
Video thumbnail
Bea Cukai Musnahkan Barang Bukti Hasil Sitaan Senilai Rp 83,2 Juta
02:02
Video thumbnail
BNNP Bali Gagalkan Penyelundupan 44 Kg Ganja Kering ke Bali
02:03
Video thumbnail
Air Sungai Candi Gara Meluap, Puluhan Rumah Warga di Desa Kusamba Terendam Banjir
02:49
Video thumbnail
Knalpot Brong Dilarang, Polantas Datangi Bengkel Modifikasi
02:19
Video thumbnail
Bersihkan Saluran Irigasi, Pria Asal Desa Nongan Ini Tewas Tertimpa Pohon Dapdap
01:32
Video thumbnail
Sampai Awal Juni Sudah 154 749 Warga Karangasem Divaksinasi Covid 19
01:56
Video thumbnail
40 Pegawai Dinas PUPR Karangasem Menjalani Tes Urine
01:54
Video thumbnail
Hendak Keluar Beli Makan, Seorang Warga di Desa Tista Temukan Mayat Bayi
01:48
Video thumbnail
Hilang Empat Hari, Pemancing Asal Banyuwangi Ini Ditemukan Tak Bernyawa
01:56
Video thumbnail
Harga Bahan Naik, Pengusaha Tahu dan Tempe di Buleleng Kebingungan Berproduksi
03:30
Video thumbnail
Melihat Warga Desa Abang, Karangasem Berburu Ulat Gayas yang Kaya Protein
02:37
Video thumbnail
Ciptakan Sungai Bersih, Kawasan Sungai Taman Pancing Dilengkapi Trash Walker
02:28
Video thumbnail
TPS Sadu Sumerta Kaja Ubah Sampah Jadi Pellet Pembangkit Listrik
03:31
Video thumbnail
Lomba Baleganjur se Bali, Diharapkan Generasi Muda Tetap Berkarya
02:30
Video thumbnail
Jaga Kelestarian, 54 Ekor Jalak Bali Dilepas Liarkan
02:45
Video thumbnail
Hidupkan Kewirausahaan, PKK Desa Batununggul, Nusa Penida Produksi Dupa
02:08
Video thumbnail
Libur Idul Fitri, Pantai Sanur Tetap Jadi Destinasi Favorit Dikunjungi Wisdom
03:41
Video thumbnail
912 Peserta Ikuti Pameran Bonsaidi Alun-alun Kota Gianyar
05:38
Video thumbnail
Pedagang Sudah Pindah, Aktivitas Pasar Banyuasri Telah Dijadwalkan
02:35
Video thumbnail
Longsor di Dua Desa Wilayah Kecamatan Sawan, Kerugian Diperkirakan Ratusan Juta
02:30
Video thumbnail
Putu Supadma Rudana, MBA Mengajak Seluruh Masyarakat untuk Selalu Menerapkan 3M
02:35
Video thumbnail
Pedoman Perayaan Tahun Baru
00:54
Video thumbnail
Strategi Museum Rudana Menjaga Eksistensinya di Tengah Pandemi | Talkshow
44:25
Video thumbnail
Tempat Karaoke Terapkan Prokes, Sterilkan Microphone dengan Mesin Laser
03:13
Video thumbnail
Kebiasaan Baru yang Diterapkan Ketika ke Museum
01:03
Video thumbnail
Ketua Komisi IVDPRD Tabanan I Gusti Komang Wastana,S.Pd Mengajak Masyarakat Disiplin Terapkan Prokes
01:52
Video thumbnail
Kembali Gerebek Desa, Polsek Mengwi Lakukan Penyemprotan Disinfektan Dengan Mobil Water Canon
01:59
Video thumbnail
Tips Solo Travelling di Masa Pandemi
01:17
Video thumbnail
Situasi Ubud Menjelang Tahun Baru 2021
13:36
Video thumbnail
Polsek Selemadeg Barat Semprotkan Disinfektan di Rumah Warga yang Terpapar Covid-19
02:04
Video thumbnail
Tips Aman Menerima Paket di Masa Pandemi
00:42
Video thumbnail
Polres Badung Gelar Aksi Gerebek Desa, Cegah Penyebaran Covid-19
03:23
Video thumbnail
#ingatpesanibu Selalu Menerapkan 3M
00:36
Video thumbnail
Rencana Pembelajaran Tatap Muka Tahun 2021 di Kabupaten Tabanan | Talkshow
19:20
Video thumbnail
Tips Liburan Bersama Keluarga di Masa Pandemi
01:21
Video thumbnail
Minim Kasus Covid 19, Desa Kuwum Dinobatkan Sebagai Desa Tangguh Dewata Oleh Polres Badung
02:39
Video thumbnail
2 Cafe di Tabanan Tak Lengkapi Sarana Prokes,Tim Gabungan Sosialisasi SE Gubernur & Maklumat Kapolri
02:43
Video thumbnail
Tips Ketika Keluar Rumah di Masa Pandemi
01:11
Video thumbnail
Dalam Sehari Tim Yustisi Jaring 143 Pelanggar di Bangli
02:46
Video thumbnail
Hal yang Harus Diperhatikan Ketika Anak Bermain di Taman Bermain
01:03
Video thumbnail
Aman Shopping ke Level 21 Mall di Tengah Pandemi Covid-19 | Talkshow
20:01
Video thumbnail
Hal-hal yang Harus Diperhatikan Ketika Berbelanja di Mall
00:47
Video thumbnail
Etika Bersin yang Benar
00:45
Video thumbnail
Nak Ubud Gelar Pasar Kaget, Sebagian Hasil Penjualan Didonasikan Bagi yang Terdampak Covid 19
03:03
Video thumbnail
Tips Aman ke Bank di Masa Pandemi
01:00
Video thumbnail
Beri Kenyamanan Pengunjung, Objek Wisata Taman Nusa Terapkan Prokes Covid-19 | Talkshow
27:17
Video thumbnail
Sidak Masker di Padangsambian Kaja Denpasar, 20 Pelanggar Terjaring
04:10
Member of