Kadek Mardiasa bersama Komang Sukadana dan Wayan Sutamba ketika ditemui media ini pada Minggu (03/11/2019)
Kadek Mardiasa bersama Komang Sukadana dan Wayan Sutamba ketika ditemui media ini pada Minggu (03/11/2019)
sewa motor matic murah dibali

KARANGASEM, balipuspanews.com – Tiga dari empat kandidat calon perbekel Desa Peringsari, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem acam bakal mundur sebelum pemilihat Kepala Desa setempat digelar.

Ketiga Calon Kepala Desa Peringsari tersebut diantaranya, calon dengan nomor urut (1) I Kadek Mardiasa, asal Siladumi, calon nomor urut (2) I Komang Sukadana asal Dusun Umasari dan calon nomor urut (3) I Wayan Sutamba asal Dusun Lusuh Kangin.

Menurut mereka, keputusan tersebut bakal diambil apabila sejumlah tuntutan atas dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh calon incumbent dan ketidaknetralan dari PLT Kepala Desa Peringsari tidak ditanggapi.

Dalam tuntutannya, ketiga kandidat tersebut menilai adanya ketidak netralan dari PLT Kades Desa Peringsari yang dianggap menguntungkan kandidat nomor (4) yaitu calon incumben atas nama I Wayan Bawa.

Dimana yang bersangkutan dalam masa cutinya masih ikut dalam rapat kedesaan seperti masalah pamsimas termasuk beberapa kali turun kewarga bersama PLT dan staf Desa.

“Tentu saja kami merasa keberatan dan dirugikan, sebelumnya kita sudah sepakat bersama panitia Pilkel bahwa calon incumben pada saat memasuki masa cuti pencalonan tidak boleh melakukan kegiatan yang berhubungan dengan pemerintah kedesaan ditambah adanya indikasi ketidak independenan Sekdes yang juga sebagai PLT Kepala Desa,” kata Kadek Mardiasa bersama Komang Sukadana dan Wayan Sutamba ketika ditemui media ini pada Minggu (03/11/2019).

Atas keberatan tersebut, ketiganya juga esok hari Senin (03/11/2019) akan melakukan pengaduan secara tertulis dengan bersurat secara langsung kepada Kepala Panitia Pemilihan Kepala Desa Peringsari, Camat Selat hingga ke Dinas PMD Karangasem bahkan besok juga ketiganya akan mengadu ke DPRD Kabupaten Karangasem.

Selain itu, ada tiga tuntutan yang mereka layangkan diantaranya agar kandidat nomor urut 4 didiskuakifikasi dalam Pilkades Desa Peringsari karena dianggap sudah melanggar, kedua agar kedudukannya Sekdes senagai PLT dicabut dari jabatannya dan yang terakhit apabila tuntutan tersebut tidak ditanggapi maka ketiga calon ini akan mundur karena merasa sudah tidak komitmen lagi.

Sementara itu, Sekdes Gusti Bagus Mantra yang juga sebagai PLT Kepala Desa Peringsari ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa memang sempat meminta datang I Wayan Bawa yang saat ini berstatus sebagai kandidat incumbent Pilkades Desa Peringsar.

Hanya saja, pemanggilannya tersebut hanya bertujuan untuk koordinasi tentang acara yadnya nyapuleger yang akan diselenggarakan di Desa Peringsari dan sama sekali tidak ada hubungannya dengan agenda Pilkel.

Kalo ada anggapan seperti itu saya sudah minta maaf biar tidak ada anggapan saya memihak salah satu calon, ini murni dikarenakan pemahaman saya yang kurang mengenai masalah yadnya sehingga saya minta petunjuk kepada beliau agar acara niki bisa berjalan.

“Saya tegaskan, acara kemarin itu sama sekali tidak ada menyinggung terkait dengan Pilkel, semata – mata karena dulu beliaulah yang merancang program tersebut sehingga saya sebagai PLT yang akan melaksanakan yadnya itu tetap berkordinasi dengan beliau,” kata PLT Kepala Desa Peringsari Gusti Bagus Mantra.

Selain itu, mengenai anggapan taentang dirinya beberapa kali dikatakan turun mendampingi calon incumben, menurut Bagus Manantra memang beberapa waktu lalu sempat bersamaan datang kelokasi rumah warga yang mengalami musibah kebakaran namun itu hanya kebetukan saja. Saat ia datang ke lokasi yang bersangkutan sudah didapati ada dilokasi kebakaran.

“Itu warga yang lagi kena musibah, saya tidak sempat memikirkan politik disaat seperti itu,” tandasnya.

Disatu sisi, ketika berita ini ditulis, calon Kepala Desa Peringsari nomor urut (4) I Wayan Bawa yang juga selaku kandidat incumben belum bisa dikonfirmasi terkait dengan peihal keberatan dari ketiga calon pesaingnya tersebut. (suar/bpn/tim)