Wayan Sumatra kembali dipercaya menjadi Perbekel Pupuan, Tegallalang untuk kedua kalinya
Wayan Sumatra kembali dipercaya menjadi Perbekel Pupuan, Tegallalang untuk kedua kalinya

GIANYAR, balipuspanews.com- Pemilihan perbekel (Pilkel) serentak di Kota Seni Gianyar telah berlangsung Minggu (19/1/2020) lalu. Banyak cerita yang muncul menjelang dan sesudah Pilkel yang dinilai sebagai barometer politik di tingkat grass root atau akar rumput itu.

Salah satu Pilkel yang sejak awal diperkirakan berlangsung “panas” adalah Pilkel desa Pupuan, Tegallalang yang berlangsung head to head antara incumbent Wayan Sumatra melawan penantangnya I Ketut Sumantra.

Sumatra yang asal banjar Calo itu maju bermodalkan pengabdian selama satu periode menjabat sebagai Perbekel Pupuan. Sedangkan Sumantra yang menjabat bendesa adat Perean diback-up penuh oleh anggota dewan PDIP asal Perean I Ketut Sudiasa.

Secara “politis” diatas kertas Sumantra diunggulkan karena didukung penguasa lewat jargon satu jalurnya. Pun demikian, warga Pupuan tetap memberikan kepercayaan kepada Wayan Sumatra untuk kembali menjabat Perbekel periode 2020- 2026.

Dari 13 Tempat Pemunggutan Suara (TPS) yang tersebar di 7 banjar itu, Sumatra mendapatkan 2437 suara. Sedangkan rivalnya Sumantra mendapatkan 2168 suara. Sumatra unggul lagi 269 suara.

Kantong suara Sumatra adalah banjar asalnya di banjar Calo. Pria yang dikenal vokal itu menang telak di tiga TPS di banjar Calo. Masing – masing TPS 11, Sumatra mendapatkan 253 suara. Lawannya Sumantra mendapatkan 47 suara. Di TPS 12 Sumatra mendapatkan 259 suara. Rivalnya Sumantra mendapatkan 46 suara. Di TPS 13 Sumatra mendapatkan 257 suara. lawannya Sumantra mendapatkan 46 suara. Sumatra juga menang di banjar Timbul, Tegal Payang, banjar Pupuan, Mumbi dan Tangkup. Sedangkan Sumantra menang dikandangnya di banjar Perean. Dari tiga TPS di banjar Perean, Sumantra menang signifikan.

“ Melawan satu jalur yang 80 persen di dukung elit kekuasaan bukanlah hal yang mudah. Ini sangat menguras pemikiran,” kata Wayan Sumatra ketika dikonfirmasi balipuspanews.com Selasa (21/1/2020).

Sumatra menceritakan, bantuan bansos seakan menjadi momok yang menghantuinya. Karena muncul isu kalau memilih dirinya, warga tidak mendapatkan bantuan.

“ Syukur warga bisa membedakan secara nurani,” katanya haru.

Sumatra mengajak warga Pupuan untuk bersatu mewujudkan desa Pupuan yang lebih baik.

“ Kalah menang adalah biasa. Sekarang saatnya bersama membangun Pupuan yang lebih baik. Warga sudah menggunakan hak politiknya secara demokratis,” pungkas Sumatra yang dikenal merakyat itu. (bas)