Pesawat jet tempur
Pesawat jet tempur

JAKARTA, balipuspanews.com – Sebagai upaya memperkuat pertahanan negara di sektor udara, Indonesia memutuskan memesan jet tempur Rusia, Sukhoi SU-35, pada Februari 2018 silam.

Di nota kesepakatan yang telah ditandatangani kedua belah pihak, tercatat ada 11 unit yang siap dikirimkan.

Namun sayang, ada beberapa hal yang membuat proses distribusinya terhambat hingga kini. Salah satunya, mengenai imbal dagang. Di mana, Indonesia hanya membayarkan 50 persen dari ongkos pembelian yang mencapai Rp16,76 triliun, sedang sisanya dilunasi dengan melakukan barter berupa barang-barang dalam negeri.

Kendati demikian, Wakil Duta Besar Rusia untuk Indonesia, V Kopylov menyebut, kehadiran Sukhoi SU-35 di Tanah Air tidak akan menunggu waktu lama.

Malah bisa saja unitnya tiba tahun ini. Lantas, seberapa hebat sih burung besi tersebut sampai-sampai harganya bisa sedemikian mahal?

Dilansir dari Russia Beyond, Selasa 21 Januari 2020, Sukhoi SU-35 sebenarnya merupakan jet tempur yang berstatus sebagai produk generasi keempat. Artinya, pesawat itu masih berada di tingkatan yang sama dengan F-14 Tomcat buatan Amerika Serikat yang tergolong cukup tua. Akan tetapi, Rusia mengaku, ada beberapa penyempurnaan teknologi yang membuat SU-35 tampil bagaikan generasi kelima.

SU-35 mempunyai sistem kontrol terpadu baru yang dikembangkan MNPK Avionika Moscow-based Research and Production Association. Kontrol tersebut secara bersamaan melakukan fungsi beberapa sistem, di antaranya kendali jarak jauh, kontrol otomatis, sistem sinyal pembatas, sistem sinyal udara, dan sistem pengereman roda.

SU-35 juga telah dilengkapi sistem kontrol radar baru dengan antena array bertahap (Irbis-E) yang mampu mendeteksi dan melacak hingga 30 target udara, serta mempertahankan kontinuitas pengamatan yang melibatkan delapan obyek sasaran. Menariknya, jet buatan Negeri Beruang Putih itu bisa memantau wilayah udara hingga kejauhan 400 kilometer dari titik pusat.

Di bagian dapur pacu, SU-35 menggunakan mesin 117S yang dikembangkan NPO Saturn Research and Production Association dengan mode dorong mesin hingga 14.500 kgf.

Sementara pada sisi persenjataan, sudah tertanam peluru kendali udara-ke-udara jenis vympel, kanon internal Gryazev-Shipunov GSh-30-1 dengan 150 peluru, bom dan roket terpandu laser, serta perangkat tembak cadangan yang tersembunyi di dalam tubuh pesawat. Mengerikan sekali, bukan? (100kpj/BPN/tim)