Anak Agung Mirah Surya Laksmi
Anak Agung Mirah Surya Laksmi

KLUNGKUNG, balipuspanews.com – Masa pembuatan skripsi bagi seorang mahasiswa adalah waktu yang ditunggu-tunggu sebagai sebuah ujian akhir dan menjadi masa penentuan untuk membuktikan masa menuntut ilmu sudah dilalui dengan baik dengan bukti raihan sebuah gelar sarjana.

Masa skripsi ini pun menjadi sebuah masa sibuk karena di dalamnya terdapat kegiatan-kegiatan seperti penelitian, pemenuhan data-data yang tentunya tidak segampang membalikkan telapak tangan untuk memperolehnya. Tidak sedikit mahasiswa mengubah skripsinya akibat sulitnya memperoleh data.

Namun hal tersebut justru tidak dirasakan oleh Anak Agung Mirah Surya Laksmi (27). Mahasiswi Program Studi Kesehatan Masyarakat di Universitas Dhyana Pura ini justru merasakan kelancaran proses pengambilan datanya. Lantas pengalaman apa yang dapat diceritakan Mirah? Ia tidak keberatan untuk menceritakannya kepada Tim Jamkesnews.

“Saya melakukan penelitian tentang Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) kebetulan saya melakukan pengambilan data di BPJS Kesehatan Cabang Klungkung, saya hanya mengikuti prosedur dari BPJS Kesehatan untuk pengajuan permohonan data, ternyata prosesnya begitu cepat dan komunikasinya pun berjalan dengan lancar, sehingga saya dapat segera memproses proposal yang saya buat untuk selanjutnya saya jadikan skripsi,” ungkap Mirah saat ditemui di rumahnya Pejeng, Gianyar (13/01)

Ia menceritakan keinginannya untuk melakukan penelitian tentang jumlah peserta JKN-KIS berikut data iuran di Kabupaten Gianyar karena sesuai dengan tujuan penelitian proposalnya untuk menganalisisi Kemauan dan Kemampuan membayar (ability-willingness to pay) dalam Kepesertaan JKN-KIS pada sektor informal pedagang pasar seni sukawati tahun 2019. Ia berniat sekaligus untuk ikut berpartisipasi dalam mengingatkan masyarakat tentang kewajiban pembayaran iuran JKN-KIS khususnya di Kabupaten Gianyar.

“Saya sempat mendengar terdapat peserta yang menunggak membayar iuran JKN-KIS, itulah menjadi alasan saya melakukan penelitian tentang ini, saya berharap nantinya dapat memberi sumbangsih berupa masukan kepada masyarakat selaku peserta JKN-KIS dan untuk BPJS Kesehatan khususnya di Kantor Cabang Klungkung,” ungkap Mirah.

Kembali membicarakan tentang kemudahan perolehan data dan informasi dari BPJS Kesehatan, dirinya berharap keterbukaan informasi seperti ini dapat menjadi pedoman bagi instansi lain, menurutnya juga yang menonjol adalah sistem BPJS Kesehatan yang sudah online, sehingga memudahkan pemohon informasi publik dan cukup dilakukan dari rumah bahkan lewat telepon.

“Saya sebagai anak muda milenial sangat mendukung proses-proses simpel melalui sistem online, karena jaman saat ini, semua sudah berbasis teknologi, dan BPJS Kesehatan salah satu yang sudah mengikutinya dengan berbagai inovasi, tentu saya sangat setuju dengan adanya metode online ini, “ jelas Mirah.

Mirah mengaku akan melaksanakan survey berupa kuisioner kepada peserta JKN-KIS untuk lebih memvalidkan data yang ia perlukan, ia menginginkan segera dapat merampungkan proposalnya dan akan menyampaikan hasilnya kepada BPJS Kesehatan.

“Saya sangat mengapresiasi BPJS Kesehatan sebagai tempat penelitian, Data yang saya dapatkan disini lengkap, cepat dan tidak berbelit-belit, tinggal mengikuti ketentuan permohonan informasi publik, maka semuanya simpel bahkan pengajuannya sudah secara online, ” kata Anak Agung Mirah Surya Laksmi. (rls/bpn/tim)