Sabtu, Oktober 24, 2020
Beranda Bali Denpasar Ingin Explore Indonesia, Sepasang Suami Istri Gunakan Kapal Layar Keliling Indonesia

Ingin Explore Indonesia, Sepasang Suami Istri Gunakan Kapal Layar Keliling Indonesia

DENPASAR, balipuspanews.com – Sepasang suami istri berbeda negara, Grey Filastine asal Spanyol dan Nova Ruth asal Indonesia memiliki cita-cita berkeliling dengan membeli sebuah kapal layar untuk mengekspolrasi keindahan Indonesia.

Nova memprioritaskan Indonesia menurutnya masyarakat Indonesia masih kurang peduli dengan lingkungan, seperti banyaknya sampah di perairan Indonesia bahkan dunia.

“Bukan dunia yang ingin kami prioritaskan, melainkan keindahan alam Indonesia. Karena menurut kami wearnest tentang lingkungan khususnya di Indonesia masih sedikit,” ungkapnya, pada Minggu (18/10/2020).

Sebelumnya dua musisi internasional ini kerap berkeliling dunia selama bertahun, namun dengan menggunakan transportasi udara.

Dari sanalah terbesit keinginan mereka berdua untuk mengangkat isu lingkungan dan mengelilingi Indonesia namun dengan kapal layar.

“Awal tahun 2019 kami membeli sebuah kapal buatan Jerman Tahun 1947 dua tahun setelah perang dunia kedua. Kapal ini memeliki panjang total 26 meter belinya di Rotterdam Belanda,” jelasnya.

Grey dan Nova memberi nama kapal layar ini, Arka Kinari. Arka adalah kapal, sedangkan Kinari dalam militologi Hindu yang berarti bertahan hidup.

“Arka Kinari artinya kami bertahan hidup dalam kapal,” ujar wanita kelahiran Malang, Jawa Timur ini.

Arka Kinari menggunakan energi terbarukan angin dan tenaga surya dan sedikit cadangan solar.

Mereka menerapkan sistem slow tour atau touring dengan pelan. Negara yang sudah mereka lewati dengan kapal Arka Kinari ini mulai dari Rotterdam, Prancis, Lisabon, Portugal, Maroko, Granada, Panama, Columbia, Venezuela, dan berhenti di Meksiko.

Nova menceritakan pengalaman selama berada di laut, ia pernah menghindari badai dan tertahan di Guam sebuah negara dalam teritori Amerika Serikat sekitar empat puluh hari serta masalah administrasi keimigrasian.

“Pengalaman di laut menghadapi badai di Guam, karena kawasan tersebut memiliki ombak yang cukup besar, ombaknya bisa mencapai 20 meter. Pengalaman lainnya sering melihat lumba-lumba, paus, dan burung camar yang sering bertengger di atas kapal,” jelasnya.

Ia juga menceritakan kendala yang dihadapi saat melakukan perjalanan lintas negara ini karena virus covid-19 yang mewabah di seluruh dunia.

“Kendala yang kita hadapi saat melakukan perjalanan karena pandemi. Sementara untuk perijinan masuk ke tiap-tiap negara tidak rumit hanya saja dikarenakan pandemi harus melewati beberapa pemeriksaan seperti rapid tes, karantina dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Setelah berlayar lebih dari setahun, kapal layar Arka Kinari masuk ke indonesia pada 1 September 2020 melakukan perjalanan dan singgah di Sorong, Papua Barat, Banda Naira, Kabupaten Maluku Tengah, dan Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Dan kini tiba di pelabuhan Benoa, Bali.

Keberadaan Arka Kinari di Indonesia kali ini berkolaborasi dengan Program Jalur Rempah. Yakni melakukan pelayaran dengan misi intergrasi budaya dan alam, serta penelusuran jalur rempah di Nusantara.

Penelusuran jalur rempah ini didukung Dirjen Kebudayaan Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) RI.

Di setiap pulau yang disinggahi, Grey dan Nova bersama awak Arka Kinari melakukan pementasan seni dan budaya, bersosialisasi dengan warga, menyampaikan pesan untuk menjaga bumi dan laut, tidak membuang sampah di laut.

“Misi pelayaran dari Belanda adalah membagi ilmu tentang seni dan budaya, serta menjaga alam. Maka itu dalam program jalur rempah ini untuk mengedukasi Indonesia pentingnya pertukaran seni dan budaya itu,” kata Nova.

Nova mengakui pelayaran ini panjang dan memakan waktu lama karena harus melintasi Benua Eropa, Amerika dan Asia.

Sementara itu, Kepala dinas Kebudayaan provinsi Bali, I Wayan Adnyana menyambut baik kedatangan Kapal Layar Arka Kinari.

“Selamat datang untuk kru Arka Kinari semoga kehadiran nya memberikan manfaat bagi kita semua. Arka Kinari membangun memori kita tentang kedigdayaan dan kemasyhuran produk rempah kita diseluruh dunia. Dan sebuah riwayat panjang nusantara mempengaruhi dunia,” katanya saat memberikan sambutan.

Ia berharap yang sekarang dirintis Arka Kinari dengan program jalur rempah menghidupkan kembali ekonomi dan rempah menjadi keunggulan Indonesia serta mengembalikan kejayaan rempah nusantara.

Perwakilan Direktorat kemendikbud RI yang juga ketua komite jalur rempah, Ananto Kusuma Seta menyambut gembira kehadiran Arka Kinari.

“Terima kasih untuk semua kru Arka Kinari Yang telah menempuh lebih dari 1 tahun hingga di bali ini. Dunia berhutang budi pada nusantara, dan bali merupakan salah satu titik jalur rempah,” kata Ananto

Dalam sambutannya ia memapaekan bahwa rempah- rempah ini lah yang menjahit dan menenun Indonesia.

“Rempah mempersatukan Nusantara sebelum ada Indonesia. Dunia berhutang budi pada rempah. Terpenting jalur rempah bisa merekatkan ke Indonesian kembali yang dulu telah dijahit oleh nenek moyang kita,” paparnya.

Pihaknya berencana akan mendaftarkan jalur rempah ke UNESCO, supaya jalur rempah ditetapkan sebagai warisan dunia. Di masa pandemi ini, ia mengamati rempah bukan hanya dipandang sebagai komoditi, tapi sudah memiliki nilai ekonomis. Yakni tingginya permintaan rempah selama pandemi.

“Di kala pandemi permintaan rempah sangat tinggi sehingga rempah tidak hanya dipandang sebagai nilai komoditi. Tapi memiliki nilai kesehatan, nilai ekonomis, nilai makanan, dan nilai religi”. Jelasnya

Kedepannya Direktorat Kemendikbud RI akan bekerjasama dengan pihak terkait untuk mengemas pariwisata bali dengan menonjolkan kearifan lokal yang sudah diturunkan nenek moyang tentang rempah-rempah.

“Kedepannya kita kemas lagi pariwisata Bali dengan menonjolkan kearifan lokal bali yang sudah ditinggal kan nenek moyang kita Tentang rempah. Kita kembangkan dan kita galakkan kembali kebun rempah, tour-tour jalur rempah, makanan berbasis rempah sebagai edukasi pada generasi mendatang bahwa masalah rempah bukan hanya memuliakan masa lalu, tapi bagaimana dengan rempah kita ingin menatap masa depan lebih baik dan mensejahterahkan,” tutupnya. (*)

Penulis : Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami

Editor : Oka Suryawan

- Advertisement -

Warga Temukan Orok di Parit Areal Jogging Track Sanur Kauh

SANUR, balipuspanews.com - Penemuan orok membusuk berlangsung di pinggir parit areal jongging track di Jalan Prapat Baris, Sanur Kauh, Denpasar Selatan, Jumat (23/10/2020) sekitar...

Tak Hiraukan Teguran, Pabrik Penyulingan Daun Cengkeh Akhirnya Ditutup Paksa

Sebuah tempat usaha penyulingan daun cengkeh yang berada di Desa Padangbulia, Kecamatan Sukasada ditutup paksa oleh tim Satpol PP Kabupaten Buleleng. Hal itu dilakukan sebab pemilik tempat tidak menghiaraukan teguran petugas, sehingga Pol PP lalu bertindak tegas menutup paksa usaha penyulingan daun cengkeh yang beroperasi dan dianggap menimbulkan polusi udara.
Member of