Kunjungan PKwBI Bali bersama binaan petani Mawar Sari Jembrana ke KSU Jatirogo, Yogyakarta, Sabtu (27/4).
Kunjungan PKwBI Bali bersama binaan petani Mawar Sari Jembrana ke KSU Jatirogo, Yogyakarta, Sabtu (27/4).

YOGYAKARTA,balipuspanews.com- KPwBI Bali bersama binaannya kelompok gula Mawar Sari Jembrana melakukan kunjungan belajar ke kelompok Gula Semut binaan KPwBI provinsi Yogyakarta, Sabtu (27/4).

Leo Ediwijaya Kepala tim advisory ekonomi dan keuangan KPwBI Provinsi Bali dan juga selaku Asisten Direktur, menjelasan akan melakukan evaluasi-evaluasi lagi pada petani sudah belajar dari hulu ke hilir demi kebutuhan petani.

sewa motor matic murah dibali

“Kami ingin melihat komitmen petani seberapa jauh keseriusan setelah belajar, intinya kami akan melakukan beberpaa tahapan untuk mendorong potensi mereka,” jelasnya.

Disebut Leo pihaknya kepada kelompok juga akan melakukan beberapa tahapan selama proses tiga tahun, juga akan membantu sarana dan prasarana hingga membantu petani bisa sampai menjual produknya serta mencarikan peluang pasar.

Kunjungan dilakukan ke Cobtrol prosessing unit di Soropati, Kokap, Kulonprogo. Pertemuan kelompok langsung belajar cara mengolah gula kelapa menjadi gula semut dengan mekanisme yang dilakukan kelompok tani di Kulonprogo.

Rahmadi selaku ketua CPU mengatakan bahwasanya kelompok memiliki sekitar 1500 petani penderes dengan rata-rata produksi per hari tiga kilo gram gula batok. Gula tersebut disetor ke CPU untuk diproses menjadi gula semut sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang diterapkan.

Gula semut akan dihasilkan curah dari CPU kemudian disetor ke koperasi untuk pemasaran satu pintu.

Secara singkat adapun tahapan pembuatan gula semut yaitu mulai dari nira direbus hingga menjadi gula batok ditingkat petani. Selanjutnya batok kelapa disetor ke CPU, untuk dilakukan proses lagi menjadi gula semut curah, setelah sudah menjadi gula semut, lalu disetor ke KSU Jatirogo untuk pengemasan dan penjualan eksport.

Adapun alasan disetor ke koperasi, karena label sertifikasi organik dari Xontrol Union dipegang koperasi sehingga akan mendapatkan nilai tambah harga gula semut sendiri.

Senada penjelasan Made Rai Subawa mengatakan pihaknya mengarahkan petani gula batok di ujung bukit mawar Jembrana menjadi gula semut, memiliki potensi sangat bagus. Petani yang terdiri dari 20 sudah mau gabung dan sudah berkomitmen.

Kedepan pemasaran terus dilakukan dengan jalan temu bisnis ke supermarket, hotel, restoran yang membutuhkan gula semut. Sarana dan prasarana yang dibutuhkan akan difasilitasi kepada kelompok seperti jambangan, oven. Setelah melakukan kunjungan belajar, petani akan langsung diterapkan di Jembrana.

“Kita akan berikan bantek (bantuan teknis) seperti packaging,” jelasnya.

Sementara pengakuan peneres dari Jembrana I Ketut Mawar mengatakan
dirinya sekarang kekurangan mesin oven saja untuk memproses gula merah menjadi gula semut.

“Saya akan mencoba dirumah dulu, seperti mesin oven akan memohon bantuan kepada pihak BI,” ungkapnya
(bud/bpn/tim).