Selasa, Mei 21, 2024
BerandaBadungIngin Tahu Tata Kelola Pemerintahan, DPRD Kota Gorontalo Kunjungi DPRD Badung

Ingin Tahu Tata Kelola Pemerintahan, DPRD Kota Gorontalo Kunjungi DPRD Badung

BADUNG, balipuspanews.com – Ketua DPRD Kabupaten Badung Putu Parwata menerima kunjungan DPRD Kota Gorontalo di ruang Madya Gosana Sekretariat DPRD Kabupaten Badung, Senin (10/10/2022).

Kedatangan legislatif asal Kota Berjuluk Serambi Madinah itu untuk mengetahui tata kelola pemerintahan di kabupaten Badung.

Ketua DPRD Kabupaten Badung, Putu Parwata dalam kesempatan tersebut menyampaikan pendapatan transfer Kabupaten Badung mencapai ratusan miliar dan untuk Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) harus mendapatkan persetujuan DPRD.

“Kami ini APBD mandiri dan kami membiayai pegawai sendiri,” ungkap Putu Parwata.

Untuk rancangan yang dibangun pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2023 dirancang Rp 4,1 Triliun. Sehingga APBD 2023 yang dirancang Rp 4,1 Triliun ini kemungkinan bisa naik menjadi Rp 4,2 triliun.

“Pendapatan asli daerah kami sangat tinggi. Kami di tahun 2022 hanya memproyeksi Rp 1,8 triliun. Nah bulan September kemarin ini sudah naik 2 triliun terealisasinya. Jadi ini lonjakannya hampir 80 persen lebih kenaikkannya,” ujarnya.

Parwata menjelaskan, pendapatan asli daerah dari Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD), pihaknya juga mencoba untuk mengangkat potensi. Dan pihaknya menyertakan modal di Bank Pembangunan Daerah.

BACA :  1500 Karateka Buleleng Ikut Ujian Kenaikan Tingkat

Sehingga saham kami saat itu 49 persen dan nanti akan disetorkan 300 milyar lagi sehingga menjadi 51,9 persen.

“Badung pemegang saham mayoritas. Pendapatan yang kami terima 333 milyar per tahun. Nah ini bisa membantu deviden bisa membantu. Kami tinggal tingkatkan ada beberapa peraturan daerah yang kami buat yaitu Perumda pasar pangan dan air minum.

Mudah-mudahan ini di Badung semua minum air dari Badung dari sumber pendapatan. Sehingga kami merancang peraturan daerah dimana mengangkat semua potensi yang ada kami maksimalkan,” jelasnya.

Ia menambahkan, sumber-sumber pendapatan yang dominan di Badung adalah pajak hotel mencapai Rp 1 Triliun per tahun. Sedangkan pajak restoran mencapai Rp 500 milyar, kemudian pajak-pajak lainnya didapat dari pajak hiburan, pajak reklame, pajak penerangan jalan, pajak parkir, pajak air tanah, pajak air mineral, pajak bangunan dan lain sebagainya.

“Yang menarik ini pada waktu Covid-19 kami dibantu oleh pajak biaya perolehan atas hak tanah dan bangunan BPTHB,” imbuhnya.

Penulis: Kadek Adnyana

BACA :  Gandeng Rekanan, Dispar kenalkan Digitalisasi Pengelolaan DTW

Editor: Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -
TS Poll - Loading poll ...

Most Popular