Ini Tanggal dan Kewajiban Pengendara Saat Berpapasan di Acara Melasti Desa Adat Kubutambahan

Krama Desa Adat Kubutambahan saat melaksanakan Upacara Melasti melintasi Jalan Raya Singaraja - Air Sanih. (Ist)
Krama Desa Adat Kubutambahan saat melaksanakan Upacara Melasti melintasi Jalan Raya Singaraja - Air Sanih. (Ist)

BULELENG, balipuspanews.com – Dalam rangkaian Upacara Mapeningan atau Ngemedalang Ida Ratu Hyang Sakti Pingit di Pura Bale Agung, Desa Adat Kubutambahan yang sudah dimulai sejak 24 September dan berakhir pada 14 Oktober 2022 mendatang.

Khusus untuk tanggal 9 dan 10 Oktober 2022 Panitia upacara memohon terhadap para pengendara khususnya yang hendak melintas di Jalan Raya Singaraja – Air Sanih dan Jalan Raya Singaraja – Kintamani agar bisa menghormati jalannya upacara tersebut untuk keselamatan bersama.

Dimana para pengendara baik mobil atau motor diminta ketika kebetulan berpapasan dengan rombongan Melasti di dua jalan tersebut dianjurkan ketika posisi sudah 50 Meter dari iring-iringan supaya mematikan kendaraan serta turun dari kendaraan beberapa menit.

Baca Juga :  Cabor Muaythai Klungkung Sukses Raih Juara Umum di Ajang Porprov Bali 2022

.Apabila para pengendara tidak mengikuti anjuran panitia takut akan terjadi hal yang tidak diinginkan terhadap para pengendara itu.

“Kami harap para pengendara bisa mengerti dan mengikuti anjuran, sebab sudah beberapa kali sempat ada kejadian akibat adanya oknum pengendara yang tidak menghormati dan tidak mendahulukan sesuhunan kami, maka sarad ini secara otomatis menyerang kendaraan mereka.

Memang semua itu sulit kita percaya termasuk kami disini tapi untuk mencegah sebaiknya pengendara mengikuti apa yang menjadi himbauan,” papar Made Wijana selaku Sekretaris Panitia Piodalan Pura Bale Agung Desa Adat Kubutambahan.

Wijana menyampaikan Upacara Melasti atau Mapeningan pada tanggal 9 Oktober akan dimulai dari pukul 05.00 WITA sampai dengan selesai. Lalu pada tanggal 10 Oktober akan dimulai dari pukul 09.00 WITA sampai selesai.

Baca Juga :  Petani di Desa Bengkala Diajak Menanam Jagung Sorghum

Selain itu pihaknya mengaku sesegera mungkin berkoordinasi dengan pihak terkait termasuk memasang rambu di setiap perbatasan pintu masuk Desa Adat Kubutambahan beberapa hari sebelum acara berlangsung agar bisa lebih dahulu diketahui para pengguna jalan.

“Maka dari itu kami juga selalu melakukan pencegahan dini dengan melibatkan pecalang, polisi, dinas perhubungan untuk sama-sama mengawal supaya upacara yang berlangsung berjalan lancar dan tidak ada hal yang tidak diinginkan terjadi,” pungkasnya.

Penulis : Nyoman Darma 

Editor : Oka Suryawan