sewa motor matic murah dibali

 

KUBUTAMBAHAN, balipuspanews.com — Tim Evaluasi kajian teknis Bandara Internasional Bali Utara (BIBU) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) turun ke lapangan untuk meninjau lokasi lahan bandar udara (bandara) posisinya berada di dua desa yaitu Desa Bukti dan Desa Kubutambahan, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng.

Nah, ini dilakukan untuk mencocokkan visual sebenarnya dan hasil kajian teknis mengenai rencana pembangunan Bandara Bali Utara bertaraf Internasional.

Pantauan di lokasi, tim dipimpin langsung Febi Oki Wahyudi selaku ketua, didampingi Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Buleleng, Gede Gunawan AP, Kamis (5/9).

Febi Oki Wahyudi menjelaskan, secara teknis tim masih melihat situasi di lapangan. Setelah melihat situasi sebenarnya di lapangan, akan dicocokkan dengan hasil kajian yang sudah dibuat.

Pencocokan sebut Febi, dilakukan untuk mengetahui apa yang sebenarnya ada di lapangan. Selain itu, hasil peninjauan ini digunakan untuk mengevaluasi hasil kajian yang sudah ada.

“Kita belum tahu ya gimana-gimana nantinya. Kita meninjau untuk melakukan evaluasi terhadap kajian teknis,” kata Febi.

Saat peninjauan, titik koordinat yang ditinjau adalah ujung awal dan ujung akhir dari runway.

“Runway direncanakan akan dibangun sepanjang 3750 meter yang membentang dari timur ke barat. Pembangunan runway dilakukan bertahap, pada tahap pertama akan dibangun sepanjang 2500-2800 meter,” ungkapnya.

Meski begitu, Febi tak menampik akan dilakukan perluasan pada tahap selanjutnya disesuaikan dengan perkembangan penumpang yang berangkat dari Bandara Bali Utara.

“Kalau meningkat pertumbuhan penumpangnya, runway akan ditambah sesuai kebutuhan,” imbuhnya.

Sementara, Kepala Dinas Perhubungan Buleleng Gede Gunawan Adnyana Putra mengungkapkan, atas perintah pimpinan (Bupati Buleleng), ia mendampingi Tim Evaluasi ke lapangan.

Secara teknis, Kemenhub sudah melakukan kajian-kajian mengenai pembangunan Bandara bertaraf internasional tersebut.

Konsorsium dari Badan Usaha yang akan membangun Bandara juga telah melakukan kajian ataupun survey lapangan. Hasil-hasil dari kajian ini selanjutnya akan dievaluasi oleh Kemenhub.

“Hasil dari evaluasi kajian akan dilaporkan ke menteri. Kita hanya menunggu evaluasinya apakah sesuai dengan kajian atau belum. Sampai saat ini belum ada kendala berarti,” jelasnya.

Imbuh Kadis Gunawan, tahap selanjutnya rencanaya akan dilakukan sosialisasi terhadap pemilik lahan bekerjasama dengan perangkat daerah terkait, jika nantinya penentuan lokasi (penlok) sudah ditetapkan.

“Merupakan kewajiban daerah untuk memberikan apa yang disebut dengan sosialisasi kepada masyarakat. Hal tersebut merupakan perintah dari pemerintah pusat melalui Kemenhub,” singkatnya.(rls/bpn/tim)