Minggu, April 14, 2024
BerandaNewsEdukasiInpartner Consultant Bersama Praktisi Dibidang Iklim Berikan Edukasi Kepada Masyarakat Kurangi Emisi...

Inpartner Consultant Bersama Praktisi Dibidang Iklim Berikan Edukasi Kepada Masyarakat Kurangi Emisi Karbon

JAKARTA, balipuspanews.com – Dalam rangka mengurangi emisi karbon, pentingnya menyosialisasikan kepada masyarakat umum terkait upaya mitigasi dalam mengurangi dampak perubahan iklim global. Oleh karena itu Inpartner Consultant bersama praktisi-praktisi di bidang perubahan iklim menyelenggarakan webinar dengan tema perubahan iklim. Webinar kali ini berjudul “Toward Net Zero Carbon by 2050: Keep the temperature below 1,5 derajat celcius”. Webinar yang dilakukan secara daring via Zoom dan disiarkan secara live streaming di kanal Youtube.

Webinar ini bertujuan memberikan edukasi dan awareness baik kepada praktisi bisnis, corporate / institusi hingga tingkat akademisi serta masyarakat umum. Hadir sebagai narasumber:
1. Pandu Patria Sjahrir, Vice President Director TBS Energy
2. Masnellyarti Hilman, M.Sc, Head of Environment & Energy Commission ICC
Indonesia
3. Joselito Gellidon, Carbon Mechanism Specialist

Dalam kesempatan ini Vice President Director TBS Energy, Pandu Patria Sjahrir mengatakan tujuan utama webinar ini yaitu untuk mensosialisasikan kepada masyarakat umum terkait upaya mitigasi dalam mengurangi dampak perubahan iklim global, salah satunya dengan cara mengurangi emisi karbon.

BACA :  Menko PMK : Penanganan Arus Mudik Lebaran 2024 Berlangsung Lancar

“Webinar ini dilatarbelakangi dengan upaya untuk mendukung
Langkah Pemerintah Indonesia yang telah berkomitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) di bawah proyeksi Business-As-Usual (BAU) di tahun 2030 berdasarkan baseline tahun 2010, sebesar 29% dengan sumber daya sendiri dan 41% dengan bantuan pihak luar,” kata Pandu, Selasa (9/11).

Dijelaskannya, secara total, komitmen Indonesia dalam Nationally Determined Contribution (NDC) ini akan mengurangi emisi menjadi 2 GT (29%) dan 1,8 GT (41%) dari proyeksi BAU 2030 sebesar 2,9 GT. Dalam hal ini, Pemerintah Indonesia juga mendukung upaya PBB dalam menuju pembangunan yang rendah karbon di tahun 2050.

“Berbagai instrumen ekonomi lingkungan disiapkan oleh Pemerintah untuk mendukung berbagai upaya penurunan emisi di berbagai sektor, didahului dengan Peraturan Pemerintah tentang Instrumen Ekonomi Lingkungan,” ujarnya.

Lebih lanjut Pandu mengungkapkan pemerintah telah membentuk Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) yang dibangun untuk dapat memobilisasi dana perubahan iklim yang berasal dari publik maupun swasta kepada berbagai pelaksana.

“Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan kerangka kerja pendanaan dengan obligasi hijau untuk Pemerintah dan juga swasta, juga telah mengeluarkan instrumen pendanaan lingkungan hidup dalam bentuk obligasi hijau yang dikeluarkan Pemerintah (green sukuk),” tuturnya.

BACA :  Jelang Arus Balik Lebaran, Menko PMK Tinjau Kesiapan Sejumlah Titik Penyeberangan Lampung-Banten

Sebagai Informasi, webinar ini diselenggarakan oleh Inpartner sebagai perusahaan di bidang jasa konsultan tidak hanya berfokus pada pengembangan bisnis, tetapi juga memiliki komitmen dan misi sosial (social entrepreneurship) di berbagai bidang antara lain : environment, edukasi & regenerasi kepemimpinan (young leadership) serta mentoring usaha kecil-menengah dan new business di Indonesia. Sebagai bagian dalam rangkaian webinar untuk memberikan edukasi dan mengajak masyarakat untuk lebih peduli pada dampak perubahan iklim, Inpartner akan mengadakan kompetisi pengembangan bisnis dengan tema Climate Change yang tujuannya mengajak anak-anak muda untuk peduli dengan perubahan iklim dan mendorong bisnis bisnis baru yang lebih ramah lingkungan dan dapat membantu mengurangi emisi karbon.

Penulis/editor : Ivan Iskandaria.

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -
TS Poll - Loading poll ...

Most Popular