28.8 C
Denpasar
10/05/2021, 1:38 PM
BaliBulelengInsiden Melis di Kubutambahan, Kelian Adat Jero Pasek Warkandea Minta Maaf

Insiden Melis di Kubutambahan, Kelian Adat Jero Pasek Warkandea Minta Maaf

balipuspanews google news

Singaraja, balipuspanews.com — Upacara Melis Pura Beten Nyuh Kelod Desa Adat Kubutambahan, Buleleng, pada Sabtu (25/6) siang, diwarnai insiden. Sejumlah kendaraan rombongan keluarga baru saja usai melaksanakan Upacara Meajar-Ajar asal Desa Tuwed, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembarana, tiba-tiba diseruduk pemedek Melis.

Akibatnya, sebanyak lima unit mobil dilaporkan mengalami kerusakan, utamanya pada bagian kaca.

Insiden inipun diklaim terjadi secara tidak sengaja lantaran pemedek kala itu kerasukan, berada di bawah alam kesadaran saat mengikuti kegiatan upacara Melis.

Baca Juga: Darurat Gempa Lombok Berakhir, Penanganan Transisi Pemulihan

Ketut Suastika (42) dihubungi melalui saluran telepon seluler menuturkan, saat itu rombongan keluarganya baru saja usai melaksanakan Upacara Meajar-Ajar di Kabupaten Karangasem. Bermaksud ingin kembali ke Desa Tuwed, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembarana, rombongan pun mengambil jalur melalui Desa Kubutambahan, Buleleng.

Saat mamasuki Desa Kubutambahan, rombongan keluarga itu kemudian berpapasan dengan para pemedek yang sedang menggelar kegiatan upacara Melis.

Pria yang berprofesi sebagai Anggota DPRD Kabupaten Jembrana ini pun mengakui saat itu para pecalang dari Desa Adat Kubutambahan telah mengimbau rombongan keluarganya agar segera turun dari dalam mobil.

Nahas, sang adik yang diketahui bernama Made Hendrik (27), terlambat turun dari dalam mobil Avanza DK 977 XE yang dikemudikannya. Lalu, sejumlah pemedek upacara Melis utamanya yang mengusung (membawa) Ida Betara pun tanpa sengaja menyeruduk mobil tersebut, hingga bagian kaca mobil sebelah kanan pecah.

“Adik saya terlambat turun, dan tidak sempat mematikan mesin mobil, karena dia sedang meggendong anaknya yang masih berumur tiga tahun. Tiba-tiba yang menyungsung Ida Betara itu menabrak mobil adik saya, sampai kaca mobil sebalah kananya pecah. Setelah itu adik saya keluar, dan dia langsung dikejar oleh salah satu orang yang menyungsung Ida Betara tersebut. Dia lari sampai sekitar 100 meter, lalu bagian mata sebelah kananya dipukul hingga bengkak,” ungkap Suastika, Minggu (26/8).

Tak hanya mobil Avanza, tiga unit bus mini dan satu unit mobil travel yang disewa oleh keluaraga Suastika juga ikut rusak.

“Kami benar-benar tidak tahu akan ada upacara Melis di Kubutambahan. Kami juga tidak tahu dengan tradisi disana yang mengharuskan seluruh pengendara agar turun dari mobilnya. Polisi saat itu ada di lokasi, namun sepertinya mereka tidak bisa berbuat apa-apa. Rombongan kami itu ada sekitar 600 orang,” imbuhnya.

Atas kejadian ini, keluarganya melaporkan insiden tersebut ke Mapolsek Kubutambahan.

Pihak polisi pun lantas meminta agar lima unit mobil yang rusak tersebut dititip terlebih dahulu untuk sementara waktu di Mapolsek, untuk dijadikan sebagai barang bukti.

Namun, karena jumlah rombongan terbilang sangat banyak, pihaknya pun tak bisa mengikuti arahan pihak kepolisian.

“Rombongan harus pulang, jadi kami tidak bisa menaruh mobil di Polsek untuk dijadikan barang bukti. Tapi adik saya sudah menjalani visum, dan hasilnya sudah diserahkan ke Polsek,” terangnya.

Suastika pun berharap, dengan adanya kejadian ini, antara keluarganya dan prajuru di Desa Adat Kubutambahan dapat saling bertemu, untuk mengkomunikasikan dan menyelesaikan permasalahan tersebut

Sementara, Kelian Desa Adat Kubutambahan, Jero Pasek Warkandea menyampaikan permohonan maaf kepada para korban yang kendaraannya rusak akibat diseruduk pemedek dalam Upacara Melis di Pura Beten Nyuh Kelod yang mengusung Ida Betara.

Kelian Warkandea mengkalim bahwa insiden itu murni terjadi di bawah kesadaran para pemedek.

Nah, disamping itu, Kelian Warkandea pun  menilai perusakan ini terjadi lantaran para  pengendara itu sendiri yang ‘meboye’ alias tidak percaya dengan tradisi di Desa Adat Kubutamabahan, yang memang mengharuskan para pengendara untuk turun ketika berpapasan dengan Upacara Melis.

“Kami tidak mengharapkan kerusakan ini terjadi. Namun itu terjadi dibawah keasadaran para pemedek Melis alias mereka dalam keadaan kerasukan. Kami sebenarnya sudah mengimbau kepada masyarakat melalui media, baik radio atau koran bahawa akan ada kegiatan Melis. Dalam jarak 100 meter pecalang dan polisi juga sudah mengimbau para pengendara untuk turun. Namun karena meboye, ya seperti ini lah kejadiannya,” jelasnya.

Disinggung, ganti rugi mobil yang mengalami kerusakan, Jero Warkandea menjawab pihak desa adat tidak bisa memberikan ganti rugi atas insiden tersebut.

“Sudah menjadi risiko, dan mohon maaf, kami tidak bisa memberikan ganti rugi. Kami hanya melaksanakan upacara sesuai tradisi yang dilaksanakan selama berpuluh-puluh tahun,” tandasnya.

- Advertisement -
- Advertisment -
Balipuspanews TV
Video thumbnail
912 Peserta Ikuti Pameran Bonsaidi Alun-alun Kota Gianyar
05:38
Video thumbnail
Pedagang Sudah Pindah, Aktivitas Pasar Banyuasri Telah Dijadwalkan
02:35
Video thumbnail
Longsor di Dua Desa Wilayah Kecamatan Sawan, Kerugian Diperkirakan Ratusan Juta
02:30
Video thumbnail
Putu Supadma Rudana, MBA Mengajak Seluruh Masyarakat untuk Selalu Menerapkan 3M
02:35
Video thumbnail
Pedoman Perayaan Tahun Baru
00:54
Video thumbnail
Strategi Museum Rudana Menjaga Eksistensinya di Tengah Pandemi | Talkshow
44:25
Video thumbnail
Tempat Karaoke Terapkan Prokes, Sterilkan Microphone dengan Mesin Laser
03:13
Video thumbnail
Kebiasaan Baru yang Diterapkan Ketika ke Museum
01:03
Video thumbnail
Ketua Komisi IVDPRD Tabanan I Gusti Komang Wastana,S.Pd Mengajak Masyarakat Disiplin Terapkan Prokes
01:52
Video thumbnail
Kembali Gerebek Desa, Polsek Mengwi Lakukan Penyemprotan Disinfektan Dengan Mobil Water Canon
01:59
Video thumbnail
Tips Solo Travelling di Masa Pandemi
01:17
Video thumbnail
Situasi Ubud Menjelang Tahun Baru 2021
13:36
Video thumbnail
Polsek Selemadeg Barat Semprotkan Disinfektan di Rumah Warga yang Terpapar Covid-19
02:04
Video thumbnail
Tips Aman Menerima Paket di Masa Pandemi
00:42
Video thumbnail
Polres Badung Gelar Aksi Gerebek Desa, Cegah Penyebaran Covid-19
03:23
Video thumbnail
#ingatpesanibu Selalu Menerapkan 3M
00:36
Video thumbnail
Rencana Pembelajaran Tatap Muka Tahun 2021 di Kabupaten Tabanan | Talkshow
19:20
Video thumbnail
Tips Liburan Bersama Keluarga di Masa Pandemi
01:21
Video thumbnail
Minim Kasus Covid 19, Desa Kuwum Dinobatkan Sebagai Desa Tangguh Dewata Oleh Polres Badung
02:39
Video thumbnail
2 Cafe di Tabanan Tak Lengkapi Sarana Prokes,Tim Gabungan Sosialisasi SE Gubernur & Maklumat Kapolri
02:43
Video thumbnail
Tips Ketika Keluar Rumah di Masa Pandemi
01:11
Video thumbnail
Dalam Sehari Tim Yustisi Jaring 143 Pelanggar di Bangli
02:46
Video thumbnail
Hal yang Harus Diperhatikan Ketika Anak Bermain di Taman Bermain
01:03
Video thumbnail
Aman Shopping ke Level 21 Mall di Tengah Pandemi Covid-19 | Talkshow
20:01
Video thumbnail
Hal-hal yang Harus Diperhatikan Ketika Berbelanja di Mall
00:47
Video thumbnail
Etika Bersin yang Benar
00:45
Video thumbnail
Nak Ubud Gelar Pasar Kaget, Sebagian Hasil Penjualan Didonasikan Bagi yang Terdampak Covid 19
03:03
Video thumbnail
Tips Aman ke Bank di Masa Pandemi
01:00
Video thumbnail
Beri Kenyamanan Pengunjung, Objek Wisata Taman Nusa Terapkan Prokes Covid-19 | Talkshow
27:17
Video thumbnail
Sidak Masker di Padangsambian Kaja Denpasar, 20 Pelanggar Terjaring
04:10
Video thumbnail
5 Waktu Penting Cuci Tangan Dengan Sabun
00:48
Video thumbnail
Tekan Kasus Penyebaran Covid 19 Desa Dauh Puri Kelod Gelar Monitoring Prokes Sasar Tempat Usaha
03:08
Video thumbnail
Hal-hal yang Harus Diperhatikan Ketika Mengantri
01:03
Video thumbnail
Hal-hal yang Harus Diperhatikan Ketika Berwisata
00:54
Video thumbnail
Tips Menaiki Pesawat di Masa Pandemi
01:06
Video thumbnail
Ops Yustisi Sasar Wilayah Simpang Kampus Unud Jimbaran, Petugas Temukan 8 Pelanggar Prokes
02:45
Video thumbnail
Hal-hal yang Mesti Diperhatikan Setelah Keluar Rumah
00:48
Video thumbnail
Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Desa Bengkel, Tabanan | Talkshow
28:42
Video thumbnail
Satu Orang di Denda, Saat Tim Yustisi Laksanakan Sidak Prokes di Desa Tibubeneng Badung
03:39
Video thumbnail
Gaya Hidup Sehat yang Bisa Diterapkan di Tengah Pandemi
01:03
Video thumbnail
Kasus Fluktuatif, Klungkung Kembali Masuk Zona Orange Covid-19
02:38
Video thumbnail
Perlengkapan yang Wajib Dibawa Dalam Tas di Masa Pandemi
00:57
Video thumbnail
Pelanggar Prokes di Denpasar Capai 1 000 Lebih Dalam 4 Bulan
02:34
Video thumbnail
Protokol Kesehatan di Tempat Ibadah
00:57
Video thumbnail
Operasi Tertib Masker di Jalan Denpasar Gilimanuk, Petugas Gabungan Temukan 17 Pelanggar
01:51
Video thumbnail
Tips Berkendara di Masa Pandemi
01:12
Video thumbnail
3 Hal yang Harus Diperhatikan Ketika Berkunjung ke Suatu Tempat
00:47
Video thumbnail
Langkah Mencegah Kluster Keluarga
01:03
Video thumbnail
Usai Tugas Pilkada, Puluhan Personel Polres Klungkung Swab Test
02:39
Video thumbnail
Panduan Menggunakan ATM di Masa Pandemi
01:22
Member of