Ilustrasi tidur
sewa motor matic murah dibali

LenteraJiwa, balipuspanews.com -Tidur merupakan kebutuhan pokok untuk mempertahankan kesehatan, bersamaan dengan konsumsi makanan sehat bergizi empat sehat lima sempurna dan berolahraga, namun tidak jarang tidur dianggap remeh sebagian orang.

Pasalnya, ketika sedang tidur, seseorang benar-benar dalam mode santai yang tidak dapat melakukan aktivitas. Oleh sebab itu, muncullah anggapan bahwa tidur membuang-buang waktu saja, terutama ketika kondisi sedang terkejar deadline.

Dengan kata lain, tidur dianggap memotong waktu produktif seseorang. Padahal sebenarnya tidur adalah obat paling mudah dan sering kali juga mujarab khasiatnya.

Bagaimana tidak? Tidur nyenyak selama 20-30 menit di siang hari dapat membantu mengembalikan fokus, meningkatkan kesadaran dan konsentrasi untuk beraktivitas lebih produktif di sisa hari tersebut.

Jumlah total waktu tidur yang ideal bagi orang dewasa adalah antara 7 hingga 8 jam per malam dan hanya terbangun sekali saja di waktu yang memang diinginkan.

Sebagian orang dapat tertidur pulas sedemian mudahnya, sementara sebagian lagi memerlukan upaya lebih keras agar bisa tidur dengan nyenyak walau hanya 2 hingga 3 jam. Kemampuan tidur antara satu orang dengan orang lainnya cenderung berbeda-beda.

Bersyukurlah ketika anda dapat jatuh tidur di saat anda menginginkannya.
Seringkali orang dewasa mengeluhkan kondisi sulit untuk jatuh tidur atau mempertahankan tidur nyenyak sampai saat waktu bangun yang diinginkan. Masyarakat umum seringkali dengan mudah menyebut kondisi dirinya yang sulit tidur dengan nama “insomnia”.

Apa sesungguhnya yang dimaksud dengan insomnia? Apakah sekali atau dua kali ketika sulit tidur maka secara otomatis seseorang disebut insomnia? Belum tentu ya.

Perlu diketahui bahwa insomnia adalah sebuah diagnosis serius yang tidak bisa disematkan pada seseorang secara serampangan.

Pada kasus insomnia, individu mengalami kesulitan untuk jatuh tidur, ia sulit mempertahankan tidur agar tetap nyenyak. Individu juga sering terbangun dari tidur, dan kesulitan untuk kembali ke keadaan tidur pulas.

Belum cukup hanya itu, individu dengan insomnia mengalami kondisi bangun tidur yang terlalu awal dari waktu yang sebenarnya diinginkan. Individu tidak lagi dapat kembali menikmati tidur walaupun ia sangat mendambakannya.

Terjadinya kondisi tersebut paling sedikit sebanyak 3 malam per minggunya dan berlangsung selama setidaknya 3 bulan secara terus-menerus. Selain mengganggu tubuh memperoleh kebutuhan istirahat yang mendasar, masalah tidur ini juga mengganggu keberfungsian individu dalam kehidupannya.

Individu menjadi sulit untuk bisa mendapat kondisi fisik dan mental yang prima untuk menghadapi tantangan sehari-hari dalam lingkup pekerjaan, sekolah, bahkan relasi sosial.

Ketika seseorang mengalami masalah tidur, maka ia memiliki kerentanan yang lebih besar untuk mengalami guncangan psikologis. Salah satu contohnya adalah suasana hati menjadi mudah berubah-ubah.

Hanya dengan sedikit saja singgungan, atau bahkan tanpa ada sebab yang jelas, seseorang bisa menjadi mudah marah. Kemampuan untuk memusatkan perhatian pada pekerjaan dan lingkungan sekitar juga menjadi menurun. Hal ini akan berdampak pada produktivitas seseorang dalam melaksanakan uraian tugas di lingkup pekerjaannya.

Tubuh yang kurang mendapat istirahat cenderung mudah menjadi lemah, letih, lesu, dan lunglai, diiringi dengan semangat yang memudar untuk menjalani tantangan keseharian.

Kurang berkualitasnya tidur juga mempengaruhi kondisi hormonal tubuh, sehingga mendorong terjadinya lonjakan atau penurunan nafsu makan.

Dimulai dari kurangnya tidur yang berkualitas, mengarahkan pada lingkaran permasalahan yang semakin rumit. Oleh sebab itu, individu yang mengalami tanda-tanda insomnia biasanya cepat mencari pertolongan profesional.

Intervensi psikologis oleh psikolog biasanya diawali dengan menggali pikiran dan emosi yang mendasari pola tidur yang buruk. Individu dibantu untuk menggali pikiran yang menganggunya setiap kali mencoba untuk tidur.

Psikolog juga membantu individu perlahan tetapi pasti untuk bekerja sama mengubah pola perilaku yang mendorong terjadinya pola tidur buruk secara berulang.

Misalnya dengan mengajarkan teknik relaksasi pernapasan dengan diiringi musik atau mendampingi individu mengenali stimulasi panca indera yang dapat membuatnya tenang.

Apabila diperlukan, maka psikolog akan bekerja sama dengan dokter untuk membantu memberi terapi obat-obatan agar keberhasilan terapi secara keseluruhan dapat tercapai dengan optimal.

Beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk mencegah terjadinya insomnia yaitu menjaga pola tidur sehat setiap malamnya. Upayakan agar anda mendapat waktu tidur setidaknya 6-7 jam per malam.

Hindari beraktivitas dengan smartphone saat anda sudah berada di ranjang. Jauhkan kertas-kertas maupun buku dan segala tuntutan pekerjaan yang anda miliki ketika anda sudah memutuskan untuk tidur. Jika bisa, tempatkan perlengkapan kerja anda diluar kamar tidur. Anda bisa mendukung tubuh agar lebih rileks dengan aromatherapy yang anda sukai, alunan musik teduh yang anda gemari, atau meminum segelas susu hangat sebelum tidur.

Ingatlah bahwa tidur memiliki kasta yang sama pentingnya dengan makan dan minum. Oleh sebab itu, upayakan tubuh mendapat tidur berkualitas setiap harinya.

Penulis : Psikolog Agung Sri Wiraswati

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here