Jumat, April 24, 2026
spot_img

International Coffee Partners:25 Tahun Komitmen untuk Keluarga dan Komunitas Petani Kopi yang Tangguh

- Advertisement -
- Advertisement -

JAKARTA, balipuspanews.com – International Coffee Partners (ICP) yang terdiri dari Delta Cafés (Portugal), Franck (Kroasia), Joh. Johannson Kaffe (Norwegia), Lavazza (Italia), Löfbergs (Swedia), Neumann Kaffee Gruppe (Jerman), dan Tchibo (Jerman), merayakan ulang tahun ke-25 pada tahun ini.

Pada tahun 2001, di tengah krisis kopi global yang sangat berat, sekelompok perusahaan kopi Eropa yang memiliki komitmen kuat memutuskan untuk bekerja sama secara pra-kompetitif guna mendukung pertanian kopi yang berkelanjutan dan meningkatkan penghidupan keluarga petani kecil.

Selama 25 tahun terakhir, para pemegang saham ICP telah menginvestasikan 25 juta Euro dalam berbagai kegiatan ICP, sekaligus menghimpun sumber daya tambahan dari lembaga donor dan mitra lainnya untuk mendorong solusi-solusi yang efektif dan menghasilkan perubahan yang bermakna.

Pada tahun 2026, ICP menandai 25 tahun dukungan berkelanjutan bagi keluarga dan komunitas petani kecil. Sejak 2001, ICP menempuh sebuah perjalanan pembelajaran berkelanjutan melalui kerja-kerja proyek yang berangkat dari realitas petani kecil, dengan segala kompleksitas dan kebutuhan mereka.

Pendekatan ini dibangun untuk memahami perspektif petani, memenuhi harapan mereka, serta mendorong rasa kepemilikan. Dari proses tersebut lahir sebuah pendekatan holistik, di mana ICP tidak hanya berfokus pada peningkatan produktivitas dan kualitas kopi, tetapi juga menitikberatkan pada keseluruhan kondisi penghidupan keluarga petani kecil, termasuk usaha keluarga, organisasi petani, ketahanan iklim, keterlibatan pemuda, kesetaraan gender, serta partisipasi yang setara antara perempuan dan laki-laki dalam pengambilan keputusan.

“Kemitraan kami telah menginvestasikan 25 juta Euro dalam kegiatan ICP selama 25 tahun terakhir untuk mendorong perubahan yang bermakna,” ujar Rui Miguel Nabeiro, Ketua Steering Committee International Coffee Partners dalam keterangan tertulis, Kamis (23/4).

“Mewujudkan pertanian kopi yang tangguh dan menjamin masa depan yang lebih sejahtera bagi keluarga petani serta komunitasnya adalah isu yang hanya bisa dicapai bersama-sama. Sejak awal hingga sekarang, jelas bagi kami bahwa dengan menggabungkan pengetahuan dan sumber daya, baik di antara sesama mitra maupun bersama komunitas petani—kita dapat mencapai dampak yang lebih besar,” katanya.

Pada tahun 1999, Michael R. Neumann mulai merintis sebuah inisiatif pembangunan bersama yang kemudian berujung pada pendirian ICP pada tahun 2001. Fondasinya adalah praktik kewirausahaan keluarga yang bertanggung jawab dari para pemegang saham Eropa, dengan menggabungkan upaya keberlanjutan masing-masing perusahaan ke dalam satu kerangka bersama yang memberikan keunggulan nyata.

“Sangat mengesankan menyadari bahwa pendekatan kewirausahaan dan etika ini mampu membuahkan hasil selama 25 tahun hingga 2026. Hal ini menjadi contoh bagaimana upaya yang konsisten dan kolaboratif dapat menghasilkan perubahan holistik yang bermakna bagi para mitra kami, khususnya komunitas petani kopi kecil di Afrika dan berbagai negara lainnya,” kata Michael R. Neumann.

Sejak 2001, lebih dari 125.700 keluarga petani telah terlibat dalam proyek-proyek ICP di 13 negara penghasil kopi. Praktik pertanian berkelanjutan dan sistem produksi yang terdiversifikasi di tingkat kebun telah membantu keluarga petani kecil meningkatkan usaha pertanian kopinya.

Berbagai alat dan praktik adaptasi telah memperkuat ketahanan keluarga petani dalam menghadapi perubahan iklim. Petani kecil juga didukung untuk menanam komoditas tambahan guna mendiversifikasi produksi—baik untuk ketahanan pangan keluarga maupun untuk dipasarkan sebagai sumber pendapatan tambahan—sehingga penghidupan mereka semakin membaik.

Dalam konteks ini, pembentukan dan penguatan organisasi serta koperasi petani terbukti menjadi elemen yang krusial, karena organisasi-organisasi tersebut menyediakan akses bagi anggotanya terhadap layanan yang relevan dan pasar yang kompetitif. Sejak 2001, ICP telah bekerja sama dengan lebih dari 2.700 organisasi petani di berbagai wilayah proyek, baik dalam pembentukan organisasi baru maupun pengembangan organisasi yang sudah ada.

Melalui pelatihan-pelatihan khusus, perempuan dan generasi muda diperkuat agar dapat berpartisipasi dalam pengambilan keputusan di semua tingkat serta menjadi agen perubahan di komunitas mereka. Pada tahun 2025, 22% peserta pelatihan adalah petani muda berusia 18–35 tahun, dan 45% adalah perempuan.

Sebagai bagian dari kemitraan jangka panjang berskala global, seluruh proyek ICP dilaksanakan oleh Hanns R. Neumann Stiftung (HRNS), yang saat ini beroperasi di Brasil, Ethiopia, Honduras, Indonesia, Tanzania, dan Uganda.

“Di Indonesia, ICP tidak beroperasi sebagai proyek yang berdiri sendiri, melainkan sebagai katalis untuk memperkuat posisi petani dalam sektor kopi,” ujar Arman Ginting, Co-Country Director HRNS Indonesia.

“Pembelajaran terpenting dari pengalaman di Indonesia menunjukkan bahwa keterlibatan jangka panjang yang inklusif merupakan kunci untuk untuk mencapai perubahan struktural di sektor kopi,” tuturnya.

Ketika keterlibatan ICP dimulai di wilayah-wilayah tempat HRNS bekerja, kopi dari daerah-daerah tersebut masih dipersepsikan secara luas sebagai kopi kelas dua, dengan kualitas yang rendah dan tidak konsisten. Pada saat itu, hanya sedikit perusahaan yang bersedia melakukan pembelian langsung dari petani atau koperasi. Saat ini, kondisinya telah berubah secara mendasar.

Banyak koperasi kini mampu berfungsi secara efektif sebagai jembatan antara petani dan perusahaan eksportir.
Komitmen Jangka Panjang dan Transformasi Berkelanjutan
Di tengah penurunan hasil panen, meningkatnya biaya produksi, serta ketidakpastian global yang terus berkembang, ICP tetap menjadi mitra yang andal dan berkomitmen bagi keluarga petani kopi dan komunitasnya. Sementara dampak perubahan iklim semakin nyata, bantuan internasional di sejumlah negara justru mengalami pengurangan atau bahkan penghentian.

Kondisi ini semakin menegaskan urgensi aksi jangka panjang dan investasi pra-kompetitif. “ICP tetap berkomitmen pada pendekatan jangka panjangnya dan terus berkontribusi pada transformasi berkelanjutan sektor kopi,” kata Rui Miguel Nabeiro.

“Dengan berbagi pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh bersama keluarga petani serta para pemangku kepentingan lainnya, kami menunjukkan bukti nyata tentang apa yang dapat dicapai ketika tantangan utama di komunitas dan lanskap kopi ditangani secara kolektif dan pra-kompetitif,” tutupnya.

Penulis/editor: Ivan Iskandaria.

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular