Sabtu, Juli 13, 2024
BerandaLifestyleKesehatanIntervensi Sensitif Atasi Stunting, Kodam Diponegoro Siapkan 5 Sumur Bor Di Gunungkidul

Intervensi Sensitif Atasi Stunting, Kodam Diponegoro Siapkan 5 Sumur Bor Di Gunungkidul

JAKARTA, balipuspanews.com – Pencegahan stunting membutuhkan dua jenis intervensi. Selain intervensi spesifik yang berkaitan dengan perbaikan status gizi dan tindakan medis, keberhasilan pencegahan stunting juga sangat ditentukan oleh intervensi sensitif. Intervensi kedua ini menyasar semua hal yang dapat meningkatkan risiko stunting di luar medis dan perbaikan status gizi. Sanitasi yang buruk dan ketiadaan akses air bersih misalnya, berpengaruh pada peningkatan risiko stunting yang memerlukan intervensi sensitif.

Berkaitan hal tersebut sekaligus menindaklanjuti hasil Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Kemitraan di Jakarta, Pangdam IV Diponegoro, Mayor Jenderal  TNI Deddy Suryadi, menerima Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Tengah Eka Sulistia Ediningsih dan Rohdhiana Sumariati dari BKKBN DI Yogyakarta, di Markas Kodam IV di Semarang, Rabu (22/05/2024). Wilayah Kodam IV Diponegoro meliputi Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Salah satu poin hasil koordinasi tersebut adalah TNI akan membantu menyiapkan lima titik sumur bor untuk meningkatkan akses air bersih sebagai bentuk intervensi sensitif pencegahan stunting.

TNI selama ini sangat peduli terhadap penanganan stunting dan program Kependudukan/Keluarga Berencana yang telah dilembagakan antara TNI, BKKBN, dan Kementerian Kesehatan melalui program atau gerakan TNI Manunggal KB Kesehatan (TMKK).

BACA :  Diduga karena Dupa, Kios Kelontong Terbakar

Selain itu TNI juga giat bekerjasama dengan pemerintah daerah dan elemen masyarakat lainnya mengkampanyekan peningkatan status gizi masyarakat dengan  pemberian makanan tambahan (PMT). Salah satunya melalui gerakan Bapak/Bunda Asuh Anak Stunting (BAAS). Babinsa TNI beserta Bhabinkamtibmas Polri terlibat aktif dalam distribusi telur dari BAAS kepada keluarga risiko stunting.

Tidak hanya intervensi sensitif, TNI juga aktif berpartisipasi dalam intervensi spesifik melalui fasilitas kesehatan milik TNI yang turut melakukan screening untuk menemukan kasus stanting agar dapat ditindaklanjuti.

Dalam audiensi dengan Pangdam, Eka Sulistia juga melaporkan bahwa puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) tanggal 29 Juni 2024 akan dilaksanakan di Simpang Lima Semarang yang akan dihadiri Presiden RI Joko Widodo. Sebelum puncak acara, pada  28 Juni juga akan dilaksanakan Gerakan Kembali Ke Meja Makan dengan peserta dari keluarga risiko stunting.

Kedua pimpinan BKKBN itu juga melaporkan kesiapan penyelenggaraan Harganas tingkat provinsi masing-masing. Di Jawa Tengah akan dilaksanakan di dua tempat. Pada 22 Juni 2024 untuk wilayah Jateng Utara dipusatkan di Kabupaten Jepara. Untuk wilayah Jateng Selatan akan dilaksanakan 12 Juni 2024 di Kabupaten Banyumas. Sedangkan di DIY peringatan Harganas akan dipusatkan di Kabupaten Kulon Progo.

BACA :  Tingkatkan Kemampuan Cybertroops, Bidhumas Polda Bali Gelar Pelatihan

Eka Sulistia Ediningsih juga menyampaikan kesiapan Pelayanan KB dalam kerangka TMKK pada  Agustus sampai Oktober 2024, didahului dengan seminar eksekutif. Seminar ini rencanya akan menghadirkan para Komandan Kodim di Jawa Tengah dan DIY dengan lokasi akan ditentukan kemudian apakah di Jogja atau Semarang. Puncak pelayanan KB dalam rangka TMKK akan dilaksanakan pada  5 Oktober 2024.*

Penulis/editor: Ivan Iskandaria.

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular