I Wayan Suena Ismaya
I Wayan Suena Ismaya

KARANGASEM, balipuspanews.com – Begitu banyak manfaat yang telah didapat oleh I Wayan Suena Ismaya (67) membuat ia beserta keluarganya mengungkapkan rasa terima kasih kepada Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Pernah merasakan dijamin penuh saat operasi tendon kiri dan beberapa pengobatan lainnya yang diterima keluarganya menjadi alasan ia meprioritaskan pembayaran iuran JKN-KIS meskipun kondisi ekonomi yang tidak selalu baik.

“Saya memang prioritaskan pembayaran iuran JKN-KIS setiap bulannya meskipun kondisi ekonomi tidak selalu baik, apalagi pada masa pandemi Covid-19 ini, bahkan sebelum saya pernah merasakan manfaatnya, saya sekeluarga memang selalu taat bayar iuran, karena saya ingin kartu ini selalu aktif apalagi saat saya perlukan,” ungkap Ismaya.

Ismaya mengungkapkan dirinya pernah menjalani operasi tendon kiri di salah satu rumah sakit di denpasar. Saat itu ia sekeluarga terdaftar sebagai Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta mandiri kelas 2, tetapi saat ia dan keluarganya memerlukan pengobatan hingga rawat inap, ia lebih memilih naik satu tingkat ke kelas 1 karena faktor kenyamanan.

“Dulu saat saya dirawat inap, saya memilih untuk naik ke kelas 1 dengan konsekuensi bayar selisih biaya, tapi menurut saya itu bukan masalah, demi kenyamanan, sampai-sampai saya sekarang memilih beralih ke kepesertaan kelas 1 agar nantinya saya dapat naik ke ruang perawatan VIP jika diperlukan,” lanjut Ismaya.

Saat ditanya mengenai konsekuensi membayar iuran yang lebih besar, Ismaya dengan santai menjawab bahwa dirinya sekeluarga telah siap untuk itu. Menurutnya, iuran kelas 1 masih sangat tidak sebesar manfaat yang peserta JKN-KIS terima. Kapanpun JKN-KIS ini diperlukan, dirinya selalu merasa mantap menggunakan tanpa harus berpikir biaya apengobatan atau ribetnya menggunakan, yang terpenting adalah sesuai dengan alur yang ditentukan.

“Saya tidak keberatan sama sekali untuk membayar iuran di kelas 1 sekeluarga, karena kenyamanan lebih penting, bahkan saya tidak peduli meskipun tidak pernah menggunakannya lagi nanti, karena saya juga ingin ikut bergotong-royong membantu peserta lain yang lebih membutuhkan, tapi yang perlu diingat suatu saat kita pasti akan memerlukan jaminan dari JKN-KIS, jadi kita memang wajib menjadi peserta JKN-KIS,” jelas Ismaya.

Dirinya berharap peserta JKN-KIS menjalankan prinsip program ini, yaitu dengan gotong-royong semua tertolong, dengan cara menjalankan kewajiban membayar iuran rutin setiap bulan seperti apa yang ia lakukan. Dibandingkan ketika sakit harus membayar sendiri, menurutnya lebih baik menyerahkan urusan tersebut sepenuhnya kepada JKN-KIS.

Penulis/Editor : Putu Artayasa