Bupati Made Gianyar saat menghadiri perubahan status desa Abuan, Susut, Bangli setelah dua minggu diisolasi akibat covid 19
Bupati Made Gianyar saat menghadiri perubahan status desa Abuan, Susut, Bangli setelah dua minggu diisolasi akibat covid 19

BANGLI, balipuspanews.com – Setelah dua pekan menjalani isolasi akibat Pandemik Corona, Desa Abuan, Susut, Bangli dinyatakan mulai pulih. Menyusul hal itu, Jumat (15/5/2020) bertempat di Balai Banjar Dinas Desa Serokadan telah dilangsungkan perubahan status terhadap Desa Abuan.

Hal itu dikatakan oleh Humas Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Bangli, Wayan Dirgayusa kepada balipuspanews.com, Jumat (15/5/2020).

“Bertempat di Balai Banjar Dinas Desa Serokadan, sekitar pukul 10.00 telah dilangsungkan acara perubahan status terhadap Desa Abuan, Susut, Bangli dan undangan yang hadir kurang lebih 50 orang,” ujar Dirgayusa.

Dalam acara tersebut, kata Dirgayusa, Kasatgas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Bangli I Made Gianyar, mengucapkan selamat kepada semua masyarakat Desa Abuan, Susut dengan berakhirnya masa karantina yang selama ini sudah dilaksanakan.

Kendatipun demikian, dirinya berharap untuk kedepannya masyarakat setempat agar tetap mengikuti himbauan Pemerintah dan menerapkan SOP yang berlaku demi kebaikan bersama.

“Selain itu Kasatgas juga menyampaikan, dengan tidak diperpanjangnya status karantina wilayah di Banjar Serokadan, untuk pengecekan situasi wilayah akan selalu dilakukan oleh Tim Kesehatan. Dan Kasatgas juga menekankan kepada seluruh masyarakat agar menjaga kesehatan dengan cara selalu menggunakan masker, rajin mencuci tangan, dan selalu menerapkan social distancing,” ujarnya.

Lanjut Dirgayusa, dalam acara tersebut juga dihadiri oleh Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Provinsi Bali, Dewa Indra. Dalam kesempatan itu, dirinya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Desa Abuan, Susut yang telah mengikuti karantina desa selama 14 hari.

“Selain itu, Dewa Indra juga menghimbau masyarakat yang tidak disiplin, agar menjadi sadar dan disiplin dalam menggunakan masker, rajin mencuci tangan, dan menerapkan physical distancing sebagai upaya pencegahan virus,” ujarnya.

Pejabat asal Demulih, Susut, Bangli itu menambahkan, dalam penanganan Covid-19, Dewa Indra meminta seluruh masyarakat, para tokoh adat, Camat, tokoh Agama, tokoh pemuda, dan elemen masyarakat untuk bersatu padu dalam menguatkan disiplin penerapan protokol pencegahan Covid-19 untuk memutus mata rantai penyebarannya.

PENULIS : Komang Rizki

EDITOR : Oka Suryawan