Isolasi Mandiri Covid-19 di Kabupaten Buleleng, Beberapa Villa di Desa Telah Bersedia Dipakai

Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Buleleng Gede Suyasa
Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Buleleng Gede Suyasa

BULELENG, balipuspanews.com – Semenjak diperpanjangnya Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro di masing-masing Desa yang ada di Kabupaten Buleleng. Sebagian besar satuan tugas (Satgas) Desa menyasar villa untuk dipakai isolasi mandiri bagi pasien terkonfirmasi yang tanpa gejala.

Sehingga untuk pendanaan saat ini di masing-masing Desa khususnya di Kabupaten Buleleng. Desa telah merefocusing anggarannya untuk penanganan Covid-19. Angka yang dipakai kurang lebih sekitar delapan persen dari APBDes sehingga program PPKM berbasis micro bisa didukung oleh desa.

“Kalau yang di luar dari Kelurahan, itu memakai dana APBDes karena memang Desa juga melakukan refocushing anggaran sebanyak 8 persen. Tentu itu digunakan untuk mendukung PPKM mikro di Desa, sementara Kelurahan karena refocusnya masih proses jadi belum punya anggaran untuk sewa gedung ruang dan sebagainya maka ini dibantu dari BTT,” jelas Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Buleleng Gede Suyasa yang ditemui, Kamis (25/2/2021).

Baca Juga :  Piala Dunia Adalah Obsesi Saya Ungkap Kylian Mbappe Usai Bawa Prancis Ke Perempat Final

Perkembangan terbaru dari 54 pasien tanpa gejala yang tercatat akan melaksanakan isolasi mandiri. Satgas Desa bahkan telah menyiapkan tempat berupa villa. Seperti untuk di Gerokgak, Seririt, Buleleng, Tejakula sudah dapat villa yang telah setuju digunakan.

“Soal tempat isolasi di Kecamatan Buleleng saya kunjungi langsung di Tukad Mungga ada villa 10 kamar, kemudian di Tejakula tidak ada yang mandiri karena hanya ada empat kasus semua di rumah sakit dan kalau di Kubutambahan ada di Bukti disiapkan villa,” imbuhnya.

Sehingga saat ini untuk yang masih isolasi di rumah bisa mehirup angin segar, sebab Satgas sedang terus mengupayakan tempat seperti akomodasi wisata yang nantinya akan bisa menampung semua. Hal ini bahkan sedang terus di upayakan untuk bisa menampung pasien tanpa gejala yang menjalani isolasi mandiri.

Baca Juga :  Tinjau Kembali Penanganan Gempa Cianjur, Presiden: Rehabilitasi Segera Dimulai

Sementara itu masing-masing Desa saat ini hampir secara keseluruhan sudah membuat posko meskipun masuk zona hijau, namun tetap ada posko, tracing tetap dilakukan, bahkan rapid antigen setiap hari.

Melalui adanya rapid dan tracing tentu dianggap bisa mengurangi penyebaran Covid-19. Bahkan saat ini tercatat pasien tanpa gejala yang sedang isolasi mandiri masih ada 54 orang.

Dengan demikian Satgas sedang terus berusaha mencarikan tempat sementara karena pihak satgas belum memiliki keyakinan melanjutkan membawa ke hotel di Denpasar. Maka Satgas berupaya terus menambah fasilitas akomodasi wisata yang nantinya diharapkan mau dipakai tempat isolasi.

“Untuk yang masih isolasi di rumah, ini sedang kita upayakan ada lagi ditempat wisata. Ya akomodasi yang baiklah untuk bisa menampung mereka,” tandasnya.

Baca Juga :  Antrean Truk Meluber Disejumlah SPBU di Karangasem

Penulis : Nyoman Darma 

Editor : Oka Suryawan