Tim Disperindag mengadakan sidak ke sejumlah toko
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Karangasem, balipuspanews.com – Terkait dengan pemberitaan yang beredar di beberapa media, terkait cacing pada produk ikan dalam kaleng, maka tim Disperindag mengadakan sidak ke sejumlah toko, pada Jumat (13/4).

Hal ini dilakukan, juga didasarkan hasil pengujian yang telah dikeluarkan oleh Badan POM RI terhadap sampling dan pengujian produk ikan dalam kaleng menyebutkan bahwa dari 66 merk yang dilakukan pengujian terdapat 27 merk positif mengandung parasit cacing yang terdiri dari 16 produk impor dan 11 produk dalam negeri, merk produk yang mengandung parasit cacing.

Antara lain, ABC, ABT, Ayam Brand, Botan, CIP, DongWon, DR. Firs, Parmerjack, fiesta Seafood, Gaga, Hoki, Hosen, IO, King’s Fisher, Jojo, LSC, Maya, Nago, Naraya, Pasca, Poh Sung, Pronas, Ranesa, S&W, Semplo, TLC dan TSC, menindaklanjuti surat dari Badan POM, maka Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Karangasem melakukan inspeksi mendadak di beberapa toko di Kabupaten Karangasem, Jumat (13/04).

Sidak ini dilakukan sebagai langkah antisipasi peredaran makanan yang terindikasi cacing tersebut. Sidak dimulai pukul 09.00 Wita, yang dipimpin Ny Sarini Artha Dipa selaku Sekdis Disperindag didampingi Kabid Pengawasan dan Pengendalian HKI Ni Nyoman Antari bersama anggota tim Disperindag.

Selain mengecek harga, sidak ini dilakukan untuk memastikan makanan dan minuman kemasan siap saji yang akan dijual kepada masyarakat benar-benar layak konsumsi atau tidak kadaluarsa.

Yang pertama menjadi lokasi tujuan sidak adalah Toko Ketemulagi. Pada tempat itu, Ny Sarini dan Tim Disperindag Kabupaten Karangasem langsung memantau makanan siap saji. Dari hasil inspeksi tersebut, tidak ditemukan makanan siap saji yang kadaluarsa.

Setelah selesai memantau Toko Ketemulagi, Tim Disperindag melajutkan sidak ke Indomaret Subagan, Gemini Shop Candidasa dan Toko Asri. Tim berkeliling memantau makanan siap saji dengan melihat-lihat label jangka waktu berlakunya, untuk mengetahui layak tidaknya dikonsumsi masyarakat.

Tim Disperindag menemukan dari 27 item yg tidak boleh diperjualbelikan diketemukan 5 makanan yang ada di dalamnya, seperti Sarden ABC, CIP, Gaga, Maya dan Pronas. Makanan-makanan yang dilarang tersebut 3 buah makanan ditemukan di Indomaret Subagan dan 2 buah makanan di Gemini Shop Candidasa dan 2 buah makanan lagi di Toko Asri.

Ketua rombongan sidak, Ny Sarini Artha Dipa mengimbau kepada semua karyawan swalayan untuk tetap menjaga kualitas produk barang-barang jualannya terutama produk makanan yang ada masa berlakunya.

“Jangan sampai Indomaret dan swalayan-swalayan lainnya menjual produk makanan yang sudah kadaluarsa, tolong selalu dimonitor produk-produknya, karena itu menyangkut nama baik swalayan itu sendiri dan jangan sampai Pemerintah kabupaten Karangasem dibilang tidak melakukan pembinaan,” jelas Istri Wakil Bupati tersebut.

Ny Sarini Artha Dipa Lebih lanjut mengatakan, selain memantau barang yang tidak layak jual, sidak juga dilakukan untuk memonitoring kemungkinan adanya produk makanan yang kadaluarsa, serta mengantisipasi beredarnya produk tidak layak konsumsi. (Suar)

Tinggalkan Komentar...