Minggu, Juli 21, 2024
BerandaKarangasemJadi Tersangka Pencabulan, Pekak Salin Terancam Menua Dibalik Jeruji Besi

Jadi Tersangka Pencabulan, Pekak Salin Terancam Menua Dibalik Jeruji Besi

KARANGASEM, balipuspanews.com – IWS alias Salin, lansia berusia 70 tahun terancam menikmati masa tuanya dibalik dinginnya jeruji besi menyusul Polres Karangasem menetapkannya sebagai tersangka dalam kasus pencabulan anak dibawah umum.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Salin terancam hukuman minimal 5 tahun atau maksimal 15 tahun penjara atas Pasal 76e Jo. Pasal 82 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan pemerintah pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi Undang-Undang yang disangkakan kepada dirinya.

Kapolres Karangasem, AKBP. Ricko A A Taruna didampingi Wakapolres Karangasem, Kompol. Fachmi Hamdani, Kasat Reskrim AKP. M. Reza Pranata dan Kasi Humas Polres Karangasem, IPTU. I Gede Sukadana dalam pres rilis yang berlangsung Jumat (81/8/2023) di Loby Polres Karangasem mengungkapkan, dugaan tindak pidana pencabulan terhadap anak tersebut terjadi pada Selasa 11 juli 2023 lau di rumah pelaku.

Sebelum aksi pelaku diketahui, ibu korban awalnya mencari putrinya yang masih berusia 8 tahun ke rumah tersangka yang adalah tetangganya sendiri. Saat itu, tersangka didapati keluar dari dalam kamar sedangkan putrinya masih di dalam kamar tersangka.

BACA :  Pemberitahuan Rencana Pengadaan Tanah Untuk GOR Dan Sarana Penunjang Di Desa Babakan Gianyar

“Ibu korban saat itu bertanya ngapain berduaan dengan anak saya di dalam kamar namun tersangka mengaku tidak melakukan apa-apa, kemudian pada tanggal 14 juli 2023, ayah dan ibu korban curiga melihat putrinya agak aneh saat berjalan, setelah ditanya putrinya bercerita bahwa telah mendapat perlakuan senonoh oleh tersangka beberapa hari sebelumnya,” kata Ricko Taruna.

Saat ditanya lebih jauh, korban mengaku dibawa kedalam kamar dengan cara digendong secara paksa oleh tersangka. kemudian ditidurkan di atas kasur lalu pelaku mencium hidung dan bibir korban selanjutnya meraba payudara korban sambil memastikan apakah payudaranya sudah besar kemudian menggesekkan jari tengah kirinya ke arah kemaluan korban dan juga pelaku sempat memaksa menggesekkan kemaluannya serta berusaha memasukkan kemaluannya ke kemaluan korban namun tidak bisa karena kemaluan pelaku tidak bisa tegang, usai kejadian itu korban mengaku kepada orang tuanya merasakan sakit saat buang air kecil.

“Pelapor selaku ayah korban sempat mengkonfirmasi kepada tersangka dan diakui oleh tersangka hanya mencium dan memeluk korban saja, sehingga pelapor melaporkan kejadian tersebut ke Polres Karangasem untuk ditindaklanjuti”, ungkap Ricko.

BACA :  Tawur Agung dan Pecaruan Wrespati Kalpa di Pura Ponjok Batu Digelar Setelah 30 Tahun

Saat menangkap tersangka, petugas pun berhasil mengamankan satu potong baju dress anak warna merah motif bunga-bunga, satu potong celana dalam warna biru, satu potong celana pendek kain warna hijau tua dan satu potong baju kaos lengan pendek motif garis-garis. Sementara tersangka sudah ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan.

Penulis: Gede Suartawan

Editor: Oka Suryawan 

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular