Minggu, Juli 21, 2024
BerandaKarangasemJaga Keberlangsungan Tradisi dan Budaya Melalui Pelestarian Bahasa Lokal di Desa Tenganan...

Jaga Keberlangsungan Tradisi dan Budaya Melalui Pelestarian Bahasa Lokal di Desa Tenganan Dauh Tukad

KARANGASEM, balipuspanews.com – Mungkin tak banyak yang tahu disamping Desa Tenganan Pegringsingan terdapat Desa Tenganan Dauh Tukad. Dua Desa yang berdampingan ini termasuk desa kuno dan sama-sama sedang menggeliat sebagai desa wisata budaya.

Desa Tenganan Dauh Tukad yang masih kental memegang tradisi, ternyata memiliki awig-awig (aturan desa) yang ditulis dengan Bahasa Bali kuno. Banyak istilah lokal yang ada di dalamnya kurang dipahami oleh generasi muda di sana. Ini menjadi masalah tersendiri jika dibiarkan berkepanjangan.

Untuk itu, Tim PKM Unwar memandang perlu melaksanakan pengabdian dalam memberdayakan bahasa lokal yang terdapat pada awig-awig Desa Tenganan Dauh Tukad.

Ditemui di FS Unwar, Kamis (14/9/2023), Ketua PKM Dra. Ni Nyoman Kertiasih, SS, M.Hum menyatakan, pemberdayaan istilah Bahasa lokal pada awig-awig mempunyai peran penting bagi keberlangsungan tradisi dan budaya Masyarakat di Desa Tenganan Dauh Tukad.

Dengan mitra Bendesa Adat Tenganan Dauh Tukad, kami berupaya melestarikan keberadaan Bahasa lokal tersebut, dan membantu menyusun strategi dalam menjaga keberlangsungan bentuk-bentuk kearifan lokal yang ada didalamnya.

BACA :  Beras CPP Kembali Disalurkan kepada Belasan Ribu KPM 

Dikatakan, ada tiga tahapan kegiatan yang diprogramkan dalam PKM ini. Tahap pertama adalah melaksanakan FGD. Pelaksanaan FGD melibatkan, bendesa adat, pemuka masyarakat, dan deha-teruna Desa Tenganan Dauh Tukad. FGD berupaya menggali istilah-istilah yang unik dan dianggap penting untuk dipahami maknanya.

Tahapan kedua, lanjutnya, tim PKM melaksanakan inventarisasi dan dokumentasi terhadap istilah-istilah lokal yang terdapat pada awig-awig. Pada proses ini dilakukan pengelompokan, dan penggalian pemaknaannya.

Tahapan terakhir adalah Menyusun kamus kecil sejenis buku saku tentang peristilahan lokal bersumber dari awig-awig tersebut. Penyusunan kamus kecil ini bertujuan mendokumentasikan istilah-istilah lokal tersebut untuk dapat digunakan sebagai pedoman bagi generasi muda setempat.

Program revitalisasi budaya lokal ini diapresiasi oleh Bendesa Adat Tenganan Dauh Tukad. Kelian Desa Adat Tenganan Dauh Tukad I Wayan Tisna, menyambut baik kegiatan PKM Unwar yang menyasar pelestarian budaya istilah-istilah lokal pada awig-awig.

Tisna berharap, hasil FGD ini dapat disusun menjadi buku sehingga bisa dijadikan acuan oleh deha-teruna khususnya, dan Masyarakat Tenganan Dauh Tukad umumnya.

BACA :  Terima SP3, Istri Mantan Menteri ATR/BPN Ferry Mursyidan Baldan Apresiasi Polri

“Langkah yang sangat baik ini kami kira perlu diapresiasi dan agar dapat dilakukan secara berkesinambungan,” pungkasnya.

Lebih jauh disampaikan, ditengah pembangunan dan pengembangan wisata budaya yang sedang digalakkan, pihaknya berharap istilah-istilah lokal yang telah disusun dalam bentuk buku kecil akan dapat berguna sebagai sumber pustaka, dan sebagai pegangan dalam memberikan informasi kepada wisatawan yang berkunjung ke sini.

Semoga langkah baik ini dapat meningkatkan keberadaan Tenganan Dauh Tukad sebagai destinasi wisata budaya dunia.

Penulis: Budiarta
Editor: Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular