Obyek Wisata Air Terjun Tegenungan, Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati Gianyar.

GIANYAR, balipuspanews.com – Rencana pembangunan wahana jembatan kaca di obyek wisata Tegenungan, Kemenuh, Sukawati, Gianyar mendapat penolakan dari warga.

“ Alasan penolakannya, desa adat Tegenungan ingin mengembangkan wisata berbasis alam, tanpa merusak alam,”  ujar Perbekel Desa Kemenuh, Dewa Nyoman Neka, Minggu (19/1/2020).

Disamping itu, menurut warga, di sekitar obyek wisata yang akan dikembangkan terdapat beberapa tempat suci, sehingga wahana tersebut dianggap akan mencemari kesucian pura. Sehingga menurutnya, investasi tersebut dinyatakan batal. Opsi ini dipilih, agar kedepannya tidak menimbulkan konflik.

Wahana jembatan kaca dengan ketinggian sekitar 80 meter dari dasar sungai, dengan investasi lebih dari 60 miliar. Jembatan kaca ini rencananya membentang dari Tegenungan ke Desa Blangsinga, Blahbatuh. Harga tiket untuk melintasi jembatan kaca, bagi warga yang ingin uji nyali ketinggian cukup membayar dengan Rp 250 ribu.

“ Kami sudah sosialisasi, menyampaikan maksud investor dan dihadapan warga. Investasi itu belum bisa diterima dengan alasan yang baik dan diterima oleh investor,” jelasnya.

Dari investasi tersebut, rencananya, pemilik lahan mendapat pemasukan 5 persen dari total yang masuk ke desa adat dan desa dinas.

Dikatakannya lagi, desa adat setempat akan mengembangkan obyek wisata yang tidak mengekploitasi alam, agar alam tetap lestari, hijau, natural.

“ Tentu kami sebagai aparat desa, sangat menghargai alasan tersebut. Desa Kemenuh juga akan tetap mengembangkan potensi pariwisata, sesuai dengan keinginan warga,” ujarnya lagi.

Disebutkan oleh Dewa Neka, gagalnya investasi di Tegenungan, disebutkan investor mencoba menjajagi kerjasama dengan Desa Blangsinga untuk mengembangkan usaha yang dimaksud.

“ Gagal atau suksesnya nanti di Blangsinga, hal itu menjadi wewenang warga disana,” tandasnya. Wahana jembatan kaca ini ini, disebutkan investasi yang pertama di Bali dan beberapa investor sudah menjajagi kerjasama untuk wahana baru ini.(ctr/bpn/tim).