Wakil Ketua Komisi VI DPR-RI, Gde Sumarjaya Linggih foto bersama dengan masyarakat usai sosialisasi empat pilar kebangsaan di Singaraja, Rabu (27/11).
sewa motor matic murah dibali

SINGARAJA, balipuspanews.com — Wakil Ketua Komisi VI DPR-RI Gde Sumarjaya Linggih menggelar sosialisasi dan penguatan empat (4) pilar kebangsaan di kediaman Gde Sumarjaya Linggih, Jalan Udayana, Singaraja, Rabu (27/11). Sosialisasi digelar dalam rangka memberikan pendidikan politik kepada masyarakat dalam menjaga keberadaan adat istiadat dan budaya lokal Bali.

 

Sumarjaya Linggih mengatakan, empat Pilar Kebangsaan yang terdiri dari Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harus menjadi pedoman dan ditanamkan dalam jiwa setiap warga negara di kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Konsep empat Pilar Kebangsaan harus tetap kuat dan kokoh untuk menangkal berbagai bentuk ancaman dan gangguan, baik dari dalam maupun dari luar demi menjamin terwujudnya ketertiban, keamanan, kenyamanan, keadilan, serta kemakmuran dan kesejahteraan.

 

“Setiap turun ke masyarakat, sudah menjadi kewajiban kami selaku anggota parlemen mengingatkan dan memupuk rasa nasionalisme masyarakat dalam menjaga persatuan dan kesatuan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kita harus optimis dengan keberagaam adat dan budaya akan menjadikan negara ini kuat menuju Indonesia Emas,” ungkap Sumarjaya Linggih menjabat selaku Ketua DPD Golkar Bali.

 

Dihadapan masyarakat, politisi Golkar asal desa Tajun, Kecamatan Kubutambahan akrab disapa Demer mengingatkan, sejatinya kita harus selalu bersyukur hidup di NKRI. Pasalnya, meski Indonesia masih berkembang, belum merupakan negara maju, masyarakat hidup dengan suasana tenteram dan damai.

 

“Kita patut bersyukur bisa hidup di Indonesia dengan suasana tenteram dan damai. Khusus di Bali, selama ini tidak ada hal terlalu krusial soal adat dan budaya. Nah itu tak terlepas dari kesadaran masyarakat dalam menjaga keberadaan adat istiadat dan budaya lokal, sehingga terbangun budaya nasional,” imbuhnya.

 

Demer berharap sosialisasi empat pilar kebangsaan mampu meningkatkan nilai-nilai kebangsaan sehingga nantinya dapat diaplikasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

 

“Saya senang sosialisasi empat pilar kebangsaan tidak hanya dihadiri komponen masyarakat adat dari Kabupaten Buleleng, masyarakat Karangasem juga hadir hari ini. Nantinya, empat pilar bukan sekedar suara saja, tapi langsung diimplementasikan dalam mengembangkan nilai-nilai budaya lokal di  Bali,” tutupnya. (ARDI/BPN)