Perayaan HUT ke 2 Dulang Mangap
Perayaan HUT ke 2 Dulang Mangap

RENDANG-balipuspanews.com-
Jagabaya Dulang Mangap Tabeng Lelangit genap berusia 2 tahun pada 9 April 2019. Puncak HUT kedua ini dipusatkan di Astika Dharma Asram, Banjar/Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Jumat (12/4/2019).

Moto ‘Satya Ring Senana, Wirang Ring Semeton’ diimplementasikan dengan baik seiring perjalanan organisasi tersebut. Salah satunya dengan menggelar aksi donor darah. Saking tingginya antusiasme anggota Dulang Mangap mengikuti donor darah menyebabkan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Karangasem kekurangan kantong darah. Hal semacam ini sangat jarang terjadi.

sewa motor matic murah dibali

“Aksi donor darah yang kami lakukan adalah wujud nyata kami ‘wirang ring semeton, sebagai bentuk penguatan komitmen kemanusiaan kami di Jagabaya Dulang Mangap,” ucap ketua Jagabaya Dulang Mangap Bali Kadek Agus Suartana, SH alias Kadek Law di sela kegiatan.

Kadek Law menambahkan, rangkaian HUT kedua ini diawali dengan persembahyangan bersama di Pura Punduk Dawa yang dipuput oleh tiga sulinggih, yakni Ida Pandita Mpu Nabe Siwa Buda Daksa Darmita dari Griya Agung Sukawati, Ida pandita Mpu Nabe Siwa Preteka Shanti Yoga dan Ida Pandita Mpu Budha Paramadaksa. Ketua Umum MGPSSR Pusat Prof. Dr. I Wayan Wita, juga turut hadir.

“Tiga hal utama yang menjadi komitmen, kami kukuhkan dalam peringatan kali ini yakni komitmen spiritual, komitmen kebersamaan dan komitmen kemanusiaan,” imbuh advokat muda ini.

Ketua DPP Dulang Mangap Gede Pasek Suardika, SH, MH., menekankan kepada seluruh anggota untuk selalu guyub, raket serta memposisikan diri ‘ngayah’ dan bekerja untuk semeton yang artinya bekerja untuk kemanusiaan. ‘Karena itu kekuatan kita,” tegasnya.

GPS-sapaan akrabnya-juga berharap seluruh anggotanya mencerna dengan baik Dharma Wacana yang disampaikan oleh Ida pandita mpu Dharma Mukti Sida Kerthi dari Griya Asem Kembar Tukadmungga, Buleleng, pada puncak HUT, yang menekankan anggota menjaga soliditas kekeluargaan internal.

“Karena kita adalah bersaudara, kesalahan, kekurangan adalah esensi dari manusia. Jadi jangalah kesalahan dan kekurangan menjadi penghalang. Justru hal ini harus menjadi penguat, pemersatu. Dulang Mangap Tabeng Lelangit yang “SAKTI” yang bermakna Sesana Kawitan Tinutin,” ucapnya mengutip pernyataan Pedharma Wacana.( bud/bpn/tim)

Tinggalkan Komentar...