I Made Prihenjagat.

NEGARA,balipuspanews.com- Pendaftaran bakal calon (balon)bupati dan wakil bupati Pilkada Jembrana sudah semakin dekat.

Namun siapa balon bupati dan wabup yang bakal diusung Parpol diluar PDIP masih belum jelas/Selain PDIP yang sudah dipastrikan bisa mengusung balon sendiri, 7 parpol yakni Golkar,  Gerindra, Demokrat, PPP, NasDem, Perindo dan PKS sudah membentuk koalisi Jembrana Maju (KJM) untuk menhdapai PDIP.

KJM juga sudah membuak pintu bagi figure yang ingin maju dan saat ini mereka yang mendaftar sudah digodok. Salah satu figure yang muncul yakni
Kompol Purnawirawan I Made Prihenjagat.

Pensiunan Polisi yang akrab dipanggil Jagat kelahiran Kelurahan Baler-Bale Agung Kecamatan Negara bersaiang dengan I Nengah Tamba (kader Demokrat) dan I Ketut Widastra (kader Golkar).

Meski sebagai pendatang baru namun Jagat popularitasnya terus menanjak terutama dikalangan masyarakat kecil. Sehingga ddia didaftarkan oleh komunitas masyarakat kecil yang tergabung dalam komunitas batis belah-belah.

”Sekarang saya sudah resmi pensiun dari Kepolisian sehingga saya bisa focus untuk mengamban amanat dan aspirasi masyarakat di birokrasi. Pengalaman saya di birokrasi yang membuat aya merasa terpanggil untuk mengabdi dipemerintahan.  Jika saya diberikan kepercayaan oleh masyarakat maka saya siap untuk menjadi pelayan mereka,” ujar Jagat.

Menurutnya saat ini dirinya masih menunggu keputusan KJN terkait siapa bakal calon yang akan diusung.

“Dalam dunia politik itu seperti air mengalir. Bairkan saja air mengalir berjalan semestinya. Kita ikuti prosesnya dan tunggu saja keputusanya,” ungkapnya.

Jika nanti dirinya yang diusung KJM maka untuk masyarakat Jembrana dirinya akan bnerjuang allout sehingga bisa mengawal dan mengemban tugasnya dengan maksimal untuk melayani masyarakat demi Jembrana lebih baik.

. “Apa yang yang menjadi aspirasi dan harapan masyarakat akan saya emban dan layani mereka dengan baik. Saya sangat yakin masyarakat sekarang sudah cerdas untuk memnentukan pilihan. Mereka membutuhkan pemimpin yang melayani, bukan dilayani,” ungkap mantan Kapolsek Kawasan Laut Gilimanuk itu. (nm/bpn/tim)