Pertemuan the Indonesian AIDS Conference (iAIDS) 2019 di Bandung
Pertemuan the Indonesian AIDS Conference (iAIDS) 2019 di Bandung
sewa motor matic murah dibali

BANDUNG, balipuspanews.com -Saat ini kasus AIDS yang dilaporkan mencapai 117.064, dan DKI Jakarta merupakan daerah Kota tertinggi sedangkan Bali masuk provinsi tertinggi terjangkit penyakit mematikan ini.

“Saat ini, sembilan puluh persen kabupaten dan kota di Indonesia (463 kabupaten dan kota) telah melaporkan adanya kasus HIV/AIDS di wilayahnya. Lima provinsi dengan jumlah kasus HIV tertinggi yaitu DKI Jakarta (62.108),” kata Landry Kusmono (Pengelola Program KPA Provinsi Jawa Barat dalam press releasenya usai Pertemuan the Indonesian AIDS Conference (iAIDS) 2019 di Bandung yang berlangsung selama tiga hari (29 November s.d. 1 Desember 2019),

Setelah itu diikuti Jawa Timur (51.990), Jawa Barat (36.853), Papua (34.473), dan Jawa Tengah (30.257).

Sementara itu, lima provinsi dengan kasus AIDS tertinggi adalah Papua (22.554), Jawa Timur (20.412), Jawa Tengah (10.858), DKI Jakarta (10.242), dan Bali (8.147)

Untuk menanggulangi penyakit mematikan tersebut, pada pertemuan itu melahirkan sejumlah kesepakatan di antaranya Kesepakatan Kepala Daerah dalam penaggulangan HIV dan AIDS.
Kesepakatan Kepala Daerah menyebutkan, para kepala daerah di Indonesia berkomitmen memperkuat upaya penanggulangan HIV dan AIDS di daerah, baik kelembagaan maupun program dengan melakukan inovasi dan kolaborasi. Kedua, pelibatan seluruh stakeholder di daerah termasuk TNI dan Polri serta lintas sektor lainnya mendesak dilakukan agar program pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS (P2HIV) lebih memiliki dampak yang luas.

Ketiga, peluang pendanaan dari dana desa dan sumber dana lainnya yang sesuai perundang-undangan yang berlaku akan terus dilakukan untuk program P2HIV yang lebih berkelanjutan.

Selain Kesepakatan Kepala Daerah, pertemuan iAIDS 2019 juga menghasilkan sejumlah kesepakatan dari Forum Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) dan rekomendasi dari Forum Masyarakat.

Setiap rekomendasi dirumuskan dalam pertemuan yang dihadiri sedikitnya 700 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Hal penting lainnya yang diraih dalam kegiatan ini adalah munculnya Deklarasi Bandung yang berisi tujuh butir pernyataan, yaitu melakukan percepatan program pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS melalui strategi 3 zero (zero new infection, zero AIDS related death, zero discrimination, dan pendekatan perubahan perilaku pada setiap tahapan promotifm preventif, kuratif, dan rehabilitatif di seluruh kabupaten dan kota di Indonesia

Selanjutnya, meningkatkan peran pemerintah daerah dalam program pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di Indonesia terutama untuk pemenuhan target SPM bidang kesehatan.

Kemudian mendorong kolaborasi peran dari seluruh sektor untuk meningkatkan program dan anggaran pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS yang berkelanjutan

Selanjutnya memperkuat kelembagaan Komisi Penanggulangan AIDS di tingkat provinsi dan kabupaten/ kota secara terstruktur dan sistematis

Kemudian mendorong penciptaan lingkungan yang kondusif dengan pelibatan aktif tokoh agama, tokoh masyarakat, lingkungan pendidikan termasuk pondok pesantren, dunia bisnis, akademisi

Terus mengupayakan penanganan ibu dan anak dengan HIV/AIDS (ADHA) yang komprehensif dan berkelanjutan

Kemudian melaksanakan program pengurangan dampak buruk pada pengguna napza melalui konseling
Deklarasi Bandung ini lahir sebagai tekad untuk mengakhiri epidemi HIV/AIDS di Indonesia pada tahun 2030.

Sementara itu Gubernur Jawa Barat, DR. H. Mochamad Ridwan Kamil, ST., M.U.D menjadi pejabat yang mengawali penandatanganan Deklarasi Bandung tersebut, diikuti sejumlah perwakilan kepala daerah di Indonesia.

Dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten Administrasi Jawa Barat, Dr. H. Dudi Sudrajat Abdurachim M.T, saat menutup acara, Ridwan Kamil menyatakan kegiatan the Indonesian AIDS Conference 2019 (iAIDS 2019) telah memberikan ruang bagi pemerintah daerah untuk berbagi pengetahuan dan pembelajaran dalam pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS di Indonesia.

Hasil pertemuan ini diharapkan dapat memberi manfaat dan semangat yang baru bagi program pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di seluruh Indonesia. (rls/bpn/tim)