Jalan-jalan Temukan Mayat di Pantai

Penemuan mayat terapung di pantai
Penemuan mayat terapung di pantai

NEGARA, balipuspanews.com – Langkah Misdiyanto,49, terhenti setelah pandangan matanya mengarah pada benda yang terapung di pantai. Saat didekati ternyata benda tersebut adalah sesosok mayat nenek.

Seperti biasa Misdiyanto yang sehari-hari sebagai nelayan, tinggal di gang VII lingkungan Samiana, Gilimanuk, setiap pagi jalan-jalan di pantai. Saat jalan-jalan menyusuri pantai, Minggu (29/11) sekitar pukul 06.00, dia melihat benda terapung sekitar 1 meter dari bibir pantai.

Setelah didekati ternyata benda tersebut adalah jasad seseorang dalam keadaan mengambang di air dengan posisi telungkup.

Melihat ada mayat mengapung, Misdiyanto lalu memanggil Sumarsi, 52, tetangganya yang juga sedang ada di pantai. Mereka kemudian bersama-sama melihat mayat yang terapung tersebut. Setelah didekati, keduanya mengenali mayat yang terapung tersebut adalah seorang perempuan tua yang bernama Mbah Piti,57, warga gang VI lingkungan Samiana.

Penemuan mayat itu kemudian dilaporkan ke polisi. Dari hasil pemeriksaan polisi dan petugas medis Puskesmas II Melaya dr. Luh Putu Lely Suartini, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan.

“Dari mulut korban mengeluarkan busa, dan pada pelipis kiri dan kanan terdapat luka lecet yang diduga diakibatkan gesekan dengan dasar pantai saat jasad korban posisi telungkup,” ujar Kapolsek Kawasan Laut Gilimanuk, Kompol Gusti Nyoman Sudarsana didampingi Kanit Reskrim Iptu Putu Suparta.

Korban mengenakan kaos warna putih bertuliskan JAMAN Jaringan Komunikasi Nasional dan celana pendek warna hitam terdapat tulisan Bebe pada sisi kiri bawah celana.

Sementara itu dari keterangan Misdiyanto dan Sumarsi, sehari-hari mbah Piti biasa keliling kampung dan minta-minta uang serta makanan di rumah-rumah warga di lingkungan Samiana. Jika malam hari mbah Piti tidur di rumah Bu Yah salah seorang warga yang tinggal di lingkungan Samiana gang VI Gilimanuk.

“Dari keterangan saksi, bahwa korban memiliki riwayat penyakit epilepsi,” jelasnya.

Setelah diperiksa jenazah mbah Piti yang diduga tenggelam di laut karena epilepsinya kumat itu kemudian dibawa ke rumah bu Yah untuk disemayamkan sebelum dikubur.

Penulis/Editor : Anom/Oka Suryawan