erdakwa Ajeng Putri Retnowati duduk dipesakitan PN Denpasar karena terlibat sabu
sewa motor matic murah dibali

DENPASAR,balipuspanews.com- Ajeng Putri Retnowati hanya bisa pasrah duduk diruang Cakra PN Denpasar Kamis ( 16/5/2019). Wanita berusia 22 tahun  asal Banyuwangi, Jatim itu sesekali melihat wajah  majelis hakim  pimpinan I Made Pasek,SH.MH.

Terdakwa  terlihat fokus mendengarkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Cokorda Intan Merlany Dewie,SH membacakan isi dakwaan yang menjadikannya duduk dipesakitan ruang sidang Cakra.

Dibacakan Jaksa, terdakwa yang tinggal di Jalan Waribang banjar Kedaton ini ditangkap atas penyalahgunaan narkotika jenis sabu sebanyak 2 klip plastik berisi masing-masing sabu berat 0,40 gram dan 0,28 gram.

” Bahwa terdakwa saat penangkapan ditemukan ada dua plastik klip sabu dengan berat total bersih 0,68 gram,” jelas Jaksa dari Kejari Denpasar.

Disebutkan Jaksa, terdakwa sejak awal sudah jadi target petugas yang mendapat informasi dari masyrakat. Terdakwa ditangkap pada 6 Februari 2019 sekitar pukul 16.45 Wita, saat berjalan kaki di jalan Juwet Gang Lembusora desa Suwung Kauh.

Petugas yang mengetahui itu, langsung mendekati dengan sepeda motor dan menyapa nama Ajeng. Begitu terdakwa menjawab, Polisi langsung mepet terdakwa dan melakukan pemeriksaan badan.

“Sabu ditemukan di pembungkus HP dan satu klip lagi ditemukan di dalam dompet terdakwa. Dihadapan petugas, terdakwa mengaku baru ambil tempelan yang dibelinya seharga Rp.1,3 juta dari seseorang yang dikenalnya bama Tut Ari melalui via telpon,” sebut Jaksa.

Atas perbuatannya, Jaksa Cok menjerat terdakwa dengan pasal 112 dan Pasal 127 ayat (1) UU RI No.35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara. ( jr/bas/tim/bpn)

 

Tinggalkan Komentar...