Jalan Penghubung Depeha-Bukti Rusak Parah, Warga Minta Perbaikan 

- Advertisement -
- Advertisement -

Singaraja, balipuspanews.com – Akses jalan penghubung sepanjang 6,2 kilometer di Banjar Dinas Seganti, Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng dalam kondisi rusak. 

Akibat kerusakan jalan tergolong parah, pengendara kerap mengalami kesulitan melalui jalan tersebut. Apalagi memasuki musim penghujan, jalan tersebut sangat berbahaya ketika dilewati.

Di tahun 2016 lalu, sempat terjadi kecelakaan yang menimpa sebuah truk pengangkut buah mangga. Truk nahas terguling setelah terjerembab di jalan berlubang, beruntung kecelakaan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. 

Masyarakat pun berharap, pemerintah kabupaten (Pemkab) Buleleng segera merealisasikan percepatan perbaikan jalan tersebut lantaran jalan penghubung Desa Depeha dengan Desa Bukti merupakan jalur akses perekonomian warga setempat. 

Kepala Dusun Seganti, Komang Srinyarnya menerangkan bahwa sejak lima tahun lalu akses jalan penghubung mengalami kerusakan.

Bukan tanpa usaha, jalur perekonomian yang menghubungkan Desa Depeha menuju ke Desa Bukti sudah berulangkali diperbaiki, salah satunya dengan cara tambal sulam. Namun, pada akhirnya cara itu pun tidak bertahan lama.

“Dua tahun lalu, jalan ini pernah mendapat perbaikan dengan tambal sulam dari pemerintah, tapi akhirnya hancur lagi. Kalau dari sini, jalan ini tembusnya sampai Goa Maria Air Sanih,” jelas Srinyarnya ketika ditemui Minggu (9/7) pagi. 

BACA :  Atap Bangunan SDN 3 Kalibukbuk Ambruk Dihantam Angin Kencang

Selain tambal sulam, empat bulan lalu pihak pemerintah desa bersama warga melakukan urunan untuk menambal lubang-lubang jalan yang menganga dan membahayakan pengendara dengan bahan semen dan pasir.

Namun, dikarenakan jalan tersebut sudah masuk dalam pemetaan jalan kabupaten, akhirnya masyarakat hanya melakukan penambalan di beberapa lokasi saja.

“Penambalan dengan semen di beberapa lokasi saja. Namun, itu juga tak bertahan lama, hancur lagi. Apalagi ketika hujan, air mengikis material, dan masuk ke dalam tanah. Informasinya, jalan ini akan diperbaiki tahun ini, masuk pemetaan jalan kabupaten. Jadi dari pihak desa tidak bisa mengusulkan perbaikan melalui dana desa,” terangnya.

Pria yang juga berprofesi sebagai petani mengaku usulan perbaikan kepada pihak pemerintah daerah sudah diajukan pada akhir 2016 lalu. 

Menurut informasi, dalam usulan perbaikan, sambung Srinyarnya, Pemkab Buleleng berencana akan menaikkan status jalan penghubung tersebut, semula jalan desa menjadi jalan kabupaten.

“Kami berharap agar pemerintah daerah bisa segera melakukan perbaikan, kalau bisa dipercepat. Soalnya, bukan hanya berdampak ke ekonomi warga, tapi juga pelayanan pendidikan ikut terkena imbasnya,” tutupnya.

BACA :  Hamid Noor Yasin Sampaikan Duka Cita Atas Insiden KM Virgo Transport 8 di Perairan Masalembo

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Buleleng, Ketut Suparta Wijaya mengaku pihaknya sudah menerima usulan perbaikan terkait rusaknya jalan penghubung Desa Depeha menuju Air Sanih.

“Usulan perbaikan jalan sudah kita terima. Sekarang masih kita inventarisir, dan bahas mana yang layak dinaikkan status dari jalan desa menjadi jalan kabupaten,” singkatnya.

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular