Tim Sar memotong pohon jati yang tumbang sehingga mudah dipindahkan
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Jembrana, balipuspanews.com – Arus lalu lintas di jalan utama jurusan Denpasar – Gilimanuk, pada Kamis (1/2) pagi sempat tersendat. Hal ini disebabkan jalan tertutup oleh batang pohon jati yang tumbang di kawasan hutan Bali Barat.

Pohon jati yang tumbuh di pinggir jalan kawasan hutan Sumur Kembar itu tumbang sekitar pukul 06.30 Wita. Batang pohon dengan diameter sekitar 1 meter dan tinggi sekitar 15 meter lebih tersebut tumbang dan batangnya menutup seluruh jalan utama.

Beruntung saat pohon jati itu tumbang, tidak ada kendaraan yang melintas dibawahnya sehingga tidak ada korban. Namun demikian, karena jalan tertutup batang pohon arus lalu lintas macet total. Siswa-siswa yang akan berangkat ke sekolah di Melaya terpaksa telat sampai di sekolah.

“Saya mau berangkat ke Denpasar. Saat itu hujan gerimis banyak kendaraan berhenti. Ternyata ada pohon jati tumbang dan melintang di jalan,” ujar Yono, pengendara motor asal Banyuwangi.

Pengendara maupun sopir-sopir berusaha menyingkirkan batang pohon itu. Namun karena batangnya cukup besar, sehingga sulit untuk dipindahkan. Tidak lama kemudian polisi dan tim SAR datang dengan membawa perlatan. Batang pohon dan dahan serta ranting yang menutup jalan kemudian dipotong-potong mengunakan gergaji mesin agar mudah dipindahkan.

Setelah sekitar 30 menit batang pohon jati berhasik disingkirkan ke pinggir jalan. Kemacetan yang panjangnya sekitar 1 kilomter perlahan berhasil diuraikan.”Saya sekitar satu jam kejebak macet gara-gara pohon tumbang,” ujar Komang Bagiantara yang akan mengantar anaknya berobat ke Gilimanuk.

Menurur Kepala BPBD Jembrana I Ketut Eko Susilo Permana, pohon jati itu tumbang karena batangnya sudah lapuk. “Karena sudah lapuk dan terus diguyur hujan, akhirnya tumbang dan jatuh ke jalan,” ujarnya.
Kanit III PJR Gilimanuk AKP Ketut Suryawan menambahkan, di selanjang jalur hutan memang rawan pohon tumbang. ” Beberapa kali sudah terjadi pohon tumbang. Kita berharap pihak kehutanan bisa memangkas pohon yang ada dipinggir jalan, terutama yang yang rawan tumbang agar tidak membahayakan lalu lintas,” ujarnya. (An)

Tinggalkan Komentar...