Cabai
Cabai
sewa motor matic murah dibali

KARANGASEM, balipuspanews.com – Sehari setelah keluhan petani cabai gagal panen di Desa Muncan, Karangasem dibeberapa media, Dinas Pertanian Kabupaten Karangasem langsung turun untuk memastikan kondisi cabai – canai yang diduga terkena suatu firus atau penyakit tersebut.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karangasem, I Gede Supandi begitu mengetahui kondisi tersebut langsung menugaskan stafnya untuk langsung melakukan pengecekan kelokasi dimaksud.

“Pagi ini, Minggu (21/07/2019) staf BPP (Balai Penyuluh Pertanian) langsung turun melakukan pengecekan kelokasi kebun cabai yang membusuk diwilayah Muncan,” ujarnya.

Dari hasil pengecekan, diketahui sebelumnya lokasi tersebut sudah pernah ditinjau beberapa waktu lalu, saat itu, memang sudah ditemukan tanaman cabai mulai terserang Antraknose atau disebut juga jamur cabai.

Dijelaskan I Nyoman Adi Sumerta Putra, Koordinator BPP Kecamatan Selat, penyebab dari serangan jamur tersebut salah satu diantaranya karena pemeliharaan yang kurang intensif sehingga menyebabkan penyebaran penyakit menjadi sangat cepat disamping juga karena kondisi cuaca yang buruk dan sanitasi yang kurang baik.

“Selain faktor tersebut, jenis bibit lokal juga memperparah kondisi tersebut,” kata Sumerta Putra usai turun kelokasi pada Minggu (21/07/2019).

Dirinya menyarankan, para petani jika ingin menanam cabai agar menggunaan bibit varietas yang unggul, penanaman monokultur karena selama ini dilokasi tersebut penanaman tumpasarinya berlebihan dan sanitasi yang dilakukan sangat minim, serta dilakukan pencegahan hama penyakit secara preventif.

Sebelumnya, ketika serangan jamur ini masih sedikit, pihaknya juga sudah merekomendasikan untuk dimelakukan penanggulangan dan pencegahan penyebaran berupa penyemprotan obat pestisida.

Sementara itu, Dinas Pertanian Kabupaten Karangasem nampaknya tidak bisa berbuat banyak untuk mengatasi kondisi tersebut. Meski para petani sudah diberikan pemahaman dan beberapa rekomendasi agar terhindar dari hama jamur tersebut, para petani juga hanya bisa pasrah dengan kerugian yang diterima akibat hama jamur ini.

Sempat ditanya, apakah dari Dinas Pertanian bisa menyediakan bibit unggul seperti yang direkomendasikan secara geratis khususnya untuk petani yang lahannya terserah hama ini, namun nampaknya itu tidak bisa dilakukan.

Menurut Supandi, untuk benih cabe maupun sarana produksi lainnya sementara ini masih dibantu oleh pusat (Kementerian Pertanian). Dari APBD kabupaten karangasem juga tidak ada pengadaan untuk dihibahkan kepada petani karena terkendala UU 23 tahun 2014.

“Yang bisa kita lakukan hanya terbatas pada demplot-demplot dan bintek, jadi terpaksa untuk sementara petani harus beli sendiri dulu,” terang Supandi. (suar/bpn/tim)